52.000 Warga Sudan Selatan Mengungsi ke Uganda

0

AKTUALITAS.com: Lebih dari 52.000 warga Sudan Selatan melarikan diri ke Uganda pada Januari saja, sementara pertempuran yang terus berkecamuk berisiko menciptakan situasi kekejaman massal, kata penasihat khusus PBB untuk urusan pencegahan genosida pada Selasa (07/2/2017).

Para pengungsi, sebagian besar dari kota-kota di selatan ibu kota Juba di negara bagian Central Equatoria, memberikan kesaksian mengenai pembunuhan warga sipil, rumah yang hancur dan kekerasan seksual, ujar Adama Dieng.

“Presiden Salva Kiir berkomitmen untuk mengakhiri kekerasan dan menciptakan perdamaian, namun kita masih melihat bentrokan terjadi, dan risiko bahwa kekejaman massal akan terjadi masih tetap tinggi,” kata penasihat khusus itu dalam sebuah pernyataan.

Dieng mengatakan dia sangat khawatir dengan keadaan di Kajo-Keji tempat para warga sipil yang mengungsi mengatakan mereka mencemaskan kekerasan massal.

Setelah tertunda beberapa kali, tim dari misi penjaga perdamaian PBB tiba di Kajo-Keji pada Minggu untuk melaporkan situasi terkini.

Setelah memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada 2011, Sudan Selatan terperosok ke jurang perang pada Desember 2013, mengakibatkan puluhan ribu orang tewas dan lebih dari tiga juta orang mengungsi.

Ada peningkatan kekhawatiran terkait krisis kemanusiaan di negara tersebut, tempat lebih dari enam juta orang — setengah dari mereka warga Sudan Selatan — sangat membutuhkan bantuan. Organisasi kemanusiaan memperkirakan angka itu meningkat sebesar 20-30 persen pada 2017.

Komentar

Share.