Ada Classic, Malioboro, dan Alexis, Kenapa Kalijodo?

0

AKTUALITAS.com: Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama Tjahaja untuk membongkar kawasan Kalijodo mendapat kecaman dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung). Pasalnya, aksi Gubernur dalam ‘bersih-bersih’ kawasan prostitusi dinilai tebang pilih.

Abraham yang akrab disapa Lulung, itu mengungkap, selain Kalijodo, banyak tempat prostitusi terselubung di Jakarta yang juga belum ditertibkan.

“Alexis izinnya apa, griya sehat, Malioboro, dan Hotel Classic. Ada pelacur di sana. Mau enggak ahok tertibkan di sana. Malioboro izinnya griya sehat. Yang ada pelacuran,” ujar Lulung, Jumat (12/2/2013).

Baca: Gawat, Kata Dokter, Pelanggan Kalijodo “Tak Kenal Kondom”

Karena itu, perlakuan penertiban harus dilakukan secara adil dan menyeluruh juga tidak tebang pilih. Padahal, lanjut politisi PPP itu, di lokalisasi itu, tidak terjadi kejahatan. Mereka hanya mencari nafkah.

“Di situ (Kalijodo) tidak terjadi kejahatan. Mereka cari makan doang di sana. Penertiban, lakukanlah penataan. Bina orangnya,” katanya.

Terkait hal tersebut, Ahok memberi penjelasannya. Menurutnya, pembongkaran kawasan Kalijodo bukan lantaran kegiatan prostitusi yang sudah mengakar di tempat itu, melainkan karena lima RT di lingkungan RW 05, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara itu merupakan daerah Ruang Terbuka Hijau.

“Soal Kalijodo, buat saya bukan soal prostitusinya. Kalijodo itu jalur hijau,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Baca: Kalijodo, Tak Salah Namun Masalah

Sebelumnya, Ahok pernah menelurkan gagasan kontroversial yakni ingin melokalisasi prostitusi di Jakarta. Ternyata, Ahok pun masih membuka tangan untuk gagasan tersebut. Namun ia masih terganjal Peraturan Daerah. “Kalau mau diresmiin akan saya resmiin kalau ada Perda. Cuma masalahnya kan enggak ada,” tutur dia.

Ahok Tak Tutup Mata

Ahok mengaku tidak menutup mata terkait tempat-tempat yang menyelenggarakan kegiatan prostitusi di DKI Jakarta. Ia mengatakan, selain Kalijodo, kegiatan prostitusi banyak dilakukan di lain tempat. “Sebetulnya di Jakarta seperti Kota, Mangga Besar itu kan lokalisasi sebetulnya. Yang sehat, cuma mahal dia,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, prostitusi modern yang dipraktikkan di Jakarta pun semakin canggih dengan menggunakan media sosial dan bisa antar-jemput di apartemen maupun rumah-rumah, bahkan teranyar tempat kos menjadi tempat aman bagi para wanita tuna susila melayani pelanggannya.

“Di apartemen, di rumah (itu susah). Kamu pikir di perumahan-perumahan tidak ada perzinahan? Kita enggak mau tanggung,” jelas Ahok di balai kota DKI Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Oleh sebab itu, pembongkaran yang akan dilakukan jajaran Satpol PP DKI Jakarta bukan menyasar ‘menumpaskan’ kegiatan prostitusi di sana. Melainkan untuk menjalankan rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau seperti yang tertera pada surat edaran yang sudah disebarkan kepada warga di Kalijodo.

Alasan yang menarik dari Ahok yakni, ia menyebut untuk menumpas Prostitusi tidaklah mudah. Ahok menegaskan, prostitusi sudah ada sejak zaman nabi. Tapi untuk mengizinkan prostitusi juga tidak memungkinkan. “Kan tidak bisa. Munafiknya seperti itu,” tutup dia.

“Bagi saya, sebetulnya prostitusi dari zaman nabi sudah ada. Yang penting jangan nyebarkan penyakit,” tegasnya.

Komentar

Share.