Jokowi Angkat Kaki, Ahok Pegang Kendali

0
Calon Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Calon Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

AKTUALITAS.com : Surat pemberhentian Jokowi belum diparipurnakan oleh DPRD DKI Jakarta namun Calon Presiden Terpilih Joko Widodo telah memutuskan untuk tidak terlibat dalam kebijakan strategis di Pemereintahan Provinsi DKI Jakarta. Dia sudah menyerahkan segala kebijakan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Saya sampaikan ke pak Ahok, saya sudah tak terlalu banyak terlibat pada hal-hal strategis. Biar pak Ahok saja,” ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Jokowi-Ahok (Foto: Ahok.org)

Jokowi-Ahok (Foto: Ahok.org)

Jokowi pun meyakinkan bila sudah ada satu kesatuan antara dirinya dan Ahok sehingga tidak memerlukan masa transisi. Menurut dia, Ahok telah mengetahui prinsip-prinsip bagaimana menentukan sebuah kebijakan yang baik.

“Sudah tau semuanya, ndak ada nitip-nitipan. Problemnya sudah tahu kok, tinggal dilakukan saja. Ndak ada masa transisi kalau kita,” ujarnya.

Mengenai surat pengunduran dirinya, ia mengaku telah mengirimkan surat ke DPRD soal pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di Ibu Kota. Tapi, sidang paripurna pengunduran diri Jokowi tak dapat dilakukan. Sebab, kelengkapan kelembagaan DPRD, yakni ketua, wakil ketua dan komisi di DPRD, belum diparipurnakan hingga saat ini.

Jokowi menganggap lamanya proses tersebut sebagai dinamika politik di DPRD DKI Jakarta. Dia tidak berfikir negatif bahwa ada pihak-pihak yang ingin menghambat pengunduran diri Jokowi sebagai gubernur setelah berstatus sebagai presiden terpilih.

Ahok Pegang Kendali

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) disebutkan, jika kepala daerah terpilih menjadi pejabat lain, maka jabatan kepala daerah otomatis digantikan wakil kepala daerah. Oleh karena itu, Ahok akan menggantikan Jokowi sebagai gubernur DKI.

Menanggapi hal tersebut, Ahok mengaku dirinya tidak menerima mandat khusus dari Jokowi karena sejak pertama kali ia menjadi wakil ia juga sering memutuskan kebijakan DKI Jakarta.

“Kata beliau (Jokowi), sudah tidak etis lagi dia memutuskan sesuatu (kebijakan) yang penting di DKI karena waktunya (menjabat) tinggal satu bulan,” kata Ahok di Balaikota Jakarta.

“Dari dulu juga saya (yang memutuskan kebijakan di DKI),” lanjut Ahok.

Ahok mengatakan bila dirinya tidak melakukan persiapan apa-apa untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Ahok menjelaskan, hilangnya keterlibatan Jokowi dalam pengambilan keputusan strategis dirasa Ahok tidak akan berpengaruh banyak pada program-program yang sudah berjalan saat ini.

Ahok menjelaskan beberapa kebijakan yang saat ini sedang berjalan juga berasal dari idenya, seperti lelang jabatan dan penganggaran melalui e-budgeting

Bahkan, saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki telah melantik Saefullah menjadi Sekda DKI, lalu melakukan uji coba proyek electronic road pricing (ERP) di Jalan Sudirman, Jakarta, dan lainnya. “Pelantikan ribuan PNS saja yang ditunda,” kata Ahok.

Ahok pun kini disibukkan dengan tanggungjawab besar yang harus diemban DKI Jakarta yakni menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Menurut rencana pembukaan perhelatan akbar se-Asia itu akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Credit: Madhan

Komentar

Share.