Akil Bantah Terima Uang Rp 2,89 miliar dari Rusli Sibua

0

AKTUALITAS.com: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar membantah menerima uang dari Bupati Pulau Morotai nonaktif Rusli Sibua sebesar Rp 2,89 miliar.

Bantahan tersebut dikatakan Akil pada saat bersaksi dalam persidangan kasus sengketa Pilkada Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara di MK tahun 2011 dengan terdakwa Rusli Sibua

Akil mengaku tidak pernah dihubungi oleh Sahrin Hamid selaku Kuasa Hukum Rusli

“Kalau memang ada saya minta uang, buktikan saja percakapan saya dengan salah satu saksi,” tegas Akil di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Namun, keterangan yang disampaikan Akil ini bertolak belakang dengan kesaksian Sahrin Hamid minggu lalu.

Akil pun selalu mengelak ketika dirinya dikaitan untuk meminta uang dan memberikan rekening perusahaan istrinya, CV Ratu Samagat ke Sahrin. Dia juga tidak mengaku serta tidak mengetahui dari mana Sahrin mendapatkan nomor rekening tersebut.

“Ya, tidak tahu dapat rekening darimana,” tegasnya.

Sebelumnya, Sahrin Hamid selaku kuasa hukum Rusli Sibua dalam pengurusan sidang sengketa Pilkada Morotai, mengaku dimintai uang oleh Akil sebesar Rp 6 miliar. Permintaan uang itu untuk memuluskan gugatan Rusli terkait sengketa Pilkada Morotai 2011 lalu.

Sahrin bahkan menyatakan sempat diancam Akil bakal menolak gugatan kliennya apabila permintaan uang itu tidak dipenuhi.

Kemudin Sahrin menyampaikan permintaan Akil itu kepada Rusli dan dua tim suksesnya yaitu Mukhlis Tapitapi dan Muhammad Jufri. Setelah diskusi, Rusli akhirnya menyanggupi untuk memberikan uang sebesar Rp 3 miliar kepada Akil.

Kemudian, Mukhlis Tapitapi dan Muhammad Jufri mentransfer uang Rp3 miliar ke rekening CV Ratu Samagat dengan keterangan untuk pembelian kelapa sawit. Setelah uang tersebut diterima Akil, Majelis Hakim MK mengabulkan gugatan Rusli dan menetapkannya bersama Weni S Paraisu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai.

Komentar

Share.