Ayo Dong Pak Jokowi

0

AKTUALITAS.com: Lebaran sudah lewat delapan hari, arus mudik sudah selesai, Jenderal Tito sudah jadi Kapolri, pembunuh dua PSK di Jakarta Utara juga sudah ditangkap. Lalu, kapan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera Abu Sayyaf Grup (ASG) bakal bebas?

Pertanyaan itu harus bisa dijawab, siapa yang jawab? Presiden Joko Widodo yang sepatutnya menjawab, bukan menyalahkan Jokowi terus macam pegiat sosial media Jonru Ginting, Tapi sudah jadi tanggung jawab seorang Presiden menjamin keamanan wargannya dimanapun mereka berada.

Pak Jokowi, Bapak bisa perintah siapa saja di Bumi Nusantara ini, toh sebagai Panglima Tertinggi Republik Indonesia, bapak punya ribuan prajurit TNI yang bakal ikhlas dan yakin menjalankan perintah bapak untuk bebaskan WNI di Filipina.

Lupakan cara diplomasi, ini sudah ketiga kali loh pak, ASG ini sudah benar-benar tidak menghargai bapak sebagai presiden, tidak menghargai TNI sebagai penjaga nusantara dan tidak menghargai Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Kita punya TNI yang menurut dunia termasuk dalam 5 pasukan elite. Sebut saja Kopassus, Den Jaka, Den Bravo, Kopaska dan Yontaifib. Harusnya para pasukan itu dikaryakan, jangan hanya latihan tanpa ada misi besar yang pernah ditugaskan. Hemat kami di Kriminalitas.com, 5 pasukan itu harusnya bisa bikin dunia merinding, apalagi sekelas bandit Abu Sayyaf, harusnya bukan jadi perkara besar.

Pak Jokowi, tolong segera perintahkan Panglima TNI kita, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menunaikan tugas mulia itu. Toh Ketua DPR Ade Komarudin juga sudah menyatakan kepada pemerintah agar membabat habis Abu Sayyaf Grup. Ingat, Kakanda Akom, sapaan karib Ketua DPR adalah representasi rakyat. Jadi itu sudah keinginan rakyat, dalam hal ini Bangsa Indonesia.

Pak Jokowi yang terhormat, ditunggu ketegasan Bapak, ditunggu ketangguhan Bapak seperti foto yang sempat beredar Bapak berada di kapal perang TNI. Mudah-mudahan citra foto itu bukan hanya sekedar citra. Tapi memang itu bukti Bapak tidak takut dengan siapapun.

Sepuluh WNI menunggu penyelamatan besar yang akan dilakukan Bangsa ini. Dunia pun menunggu langkah Indonesia. Dan hemat kami, hal ini akan sekaligus menjadi siaran berita besar di dunia yang artinya JANGAN MACAM-MACAM dengan Indonesia.

(Azairus Adlu)

Komentar

Share.