Banyak OTT Kepala Daerah, Gorok Desak KPK Ungkap Aktor Utamanya

0
AKTUALITAS.com: Kasus korupsi dan suap nampaknya tiada berujung,  hal tersebut nampak dari terjadinya OTT yang dilakukan KPK yang terus berulang. Apalagi yang terjerat kasus korupsi belakangan ini merupakan para calon Kepala Daerah yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2018.
Hal ini membuat keprihatinan yang mendalam bagi masyarakat. Salah satunya kelompok masyarakat  yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat Ogah Korupsi (Gorok).

Dalam pernyataan yang disampaikan juru bicara Gorok, Budi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (2/3/2018), maraknya tindakan korupsi dan suap yang menjerat calon dari petahana salah satunya bisa dilihat dari terjaringnya Bupati Subang, Imas Aryumningsih dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Imas merupakan Ketua DPD 2 Partai Golkar Subang juga tercatat sebagai calon petahana yang turut serta meramaikan pesta demokrasi dalam Pilkada Kabupaten Subang terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK atas kasus suap Perizinan di Kabupaten Subang.

“Diduga kuat Imas dijadikan ATM Politik menjelang Pilgub Jawa Barat, apalagi calon wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berasal dari kendaraan politik yang sama dengan Imas Aryumningsih. Jika benar dana hasil suap dan korupsi di pusaran Pilkada digunakan sebagai modal politik, menguatkan asumsi bahwa Dedi Mulyadi merupakan tokoh di belakang Imas yang menjadi tersangka dalam OTT oleh KPK,” ujar Budi dalam pernyataan pers yang diterima AktuAktualitas

Untuk itu, Gorok mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut tuntas aktor di balik praktik suap dan korupsi yang menjadi tersangka dalam OTT kepala daerah serta keterkaitan praktik tersebut dalam pusaran Pilkada.

“Gorok juga menuntut KPK untuk segera menuntaskan pengusutan terhadap motif keterlibatan Kepala Daerah atas praktik suap dan korupsi menjelang Pilkada serentak, serta meminta KPK sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi dan suap agar serius mengusut aktor-aktor politik tanpa pandang bulu demi mewujudkan Pilkada yang jujur dan bersih,” pungkas Budi.

Komentar

Share.