Calon Independen Sulit Menang di Pilkada Jakarta

0

AKTUALITAS.com: Pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Heri Budianto mengatakan calon kepala daerah dari jalur independen sulit menang Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Maju pemilihan secara independen di Jakarta sulit karena tidak ada basis pemilih,” kata dia dalam diskusi publik bertajuk “Menuju Kursi Empuk DKI 1: Jakarta Punya Siape?” yang digelar di Jakarta, Minggu (28/2/2016).

Pernyataan Heri, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Political Communication (Polcomm) Institute tersebut menanggapi kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju sebagai calon independen dalam pemilihan gubernur 2017.

“Ahok untuk menang jalur independen berat, beliau tetap harus membutuhkan partai,” kata dia.

Menurut Heri, hal yang perlu dilakukan Ahok menjelang pemilihan gubernur saat ini adalah meyakinkan agar partai-partai membutuhkannya.

“Karena jika dapat tiket (dukungan partai), maka melewati batas poin aman,” ucap Heri.

Sementara itu, tokoh Betawi yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Biem Triani Benyamin menyebutkan apabila Ahok maju pemilihan gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen maka diprediksi bakal kalah dalam kompetisi.

“Politik itu mesin partai, apalagi Jakarta itu Ibu Kota,” kata dia.

Politikus anggota Komisi XI DPR RI tersebut belum bisa memperkirakan berapa jumlah pasangan yang akan bertanding di pemilihan gubernur Jakarta.

Biem menyebut keputusan PDIP dan Partau Gerindra sangat memengaruhi jumlah pasangan yang akan bertanding karena kedua partai tersebut yang mempunyai basis pemilih dan kursi di DPRD yang tidak sedikit.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya berkontestasi di Pilkada DKI, Biem mengaku sudah siap sejak 2004.

“Saya siap sejak 2004. Saya juga sebenarnya orientasinya ke DPRD, bukan DPR. Tujuannya untuk membangun Jakarta, itu sesuai passion saya,” kata Biem.

Komentar

Share.