Diduga Ada Penyelewengan DAK, MPPI Desak KPK Turun Tangan

0
AKTUALITAS.com: Sejumlah Mahasiswa Peduli Pendidikan Indonesia (MPPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/8 /2017). Dalam aksinya tersebut MPPI mendesak KPK untuk mengusut dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.
” Kami meminta KPK memeriksa dan mengadili pejabat terkait serta  para pelaku mafia anggaran DAK Pendidikan, ” ungkap Koordinator MPPI, Sanjaya,  di gedung KPK.
Menurutnya,  DAK Pendidikan yang nilainya hingga trilyunan rupiah ini, di jadikan ajang bancakan bahkan kecenderungan saling cincai yang melibatkan beberapa oknum Diknas dan beberapa Konsorsium bahkan hingga melibatkan oknum anggota DPR RI.
“Dalam melakukan bancakan tersebut mereka melakukan Monopoli, Konspirasi, Koruptif dan Manipulatif,” ujarnya.
Dirinya memberikan contoh, parameter bancakan tersebut dilakukan dengan cara mengatur penilaian buku, penyusunan spesifikasi, jenis dan kuantitas buku, penyusunan RAB, penyusunan anggaran di DPR RI, serta mengatur pembagian kuota bangi setiap konsorsium.
” indikasi bancakannya seperti itu. Dan pembahasan anggaran,  DPR mendapatkan komisi 5persen dari total nilai anggaran yg disetujui, ” bebernya.
Hingga saat ini,  lanjut Sanjaya,  bancakan DAK Pendidikan masih terus berlangsung tanpa adanya pemeriksaan yang lebih mendalam karena banyaknya orang-orang kuat yang berada dalam lingkaran permainan ini termasuk salah satu anggota DPR RI dengan inisial SN hingga menyebabkan kerugian Negara.
“Untuk itulah kami mendesak penegak hukum agar bisa memeriksa para mafia ini,  agar pendidikan di Indonesia tidak carut marut, ” pungkasnya. 
Sebagai informasi,  DAK Pendidikan merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan yang arah kebijakannya adalah memberikan bantuan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka pemenuhan secara bertahap Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dan pelasanaan Wajib Belajar Pendidikan 12 Tahun yang berkualitas (SD, SMP, SMA/SMK).
Selain meningkatkan prasarana pendidikan dalam hal ini perbaikan (rehabilitasi) hingga pembangunan fisik gedung, DAK juga mengalokasikan dana untuk sarana pendidikan berupa buku koleksi perpustakaan sekolah berupa; buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan pendidik.

Komentar

Share.