Dua Gol Chelsea Buat Dongeng Leicester Menjadi Kenyataan

0

AKTUALITAS.com: Dua gol Harry Kane dan Son Heung-Min sempat membuat Jamie Vardy dan kawan-kawannya tak bersemangat. Vardy, setelah dirinya terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi penulis memang mengundang rekan satu skuatnya untuk menonton pertandingan Chelsea vs Tottenham Hotspurs di kediamannya.

Skor 0-2 untuk Spurs hingga turun minum di Stamford Bridges  menjadi sesuatu yang luar biasa mengingat Spurs sudah tiga musim berturut-turut tak bisa mencetak gol di kandang Chelsea itu. Tapi dua gol Spurs tak bertahan lama.

Bermula dari sepak pojok Francesc Fabregas pada menit 58, Gary Cahill yang lolos dari pengawalan Alderweird berhasil melakukan sentuhan bola ciamik sebelum akhirnya menghempaskan bola ke gawang Hugo Lloris dengan kaki kirinya. Sontak, tendangan keras Cahill itu membuat seisi Stamford Bridges bergemuruh.

Sejak gol Cahill tersebut, permainan Chelsea semakin kompak. Pressing ketat diterapkan pemain-pemain The Blues, bahkan Diego Costa dipaksa mengejar bola di area lawan. Tackle-tackle efektif dari John Obi Mikel juga menjadi senjata Chelsea untuk mematikan aliran serangna dari lini tengah Spurs.

Chelsea sukses membalikkan keadaan lewat kaki Eden Hazard pada menit ’83. Bermula dari operan satu dua dengan Diego Costa, Hazard sukses menyarangkan bola ke pojok kiri atas gawang Hugo Lloris hanya dengan satu sentuhan.

Alih-alih bersemangat untuk mencetak gol, pemain Spurs justru seperti kehilangan arah. Chelsea masih terus mendominasi permainan, bahkan dalam 7 menit waktu tambahan yang diberikan petugas pertandingan.

Hingga peluit akhir ditiupkan wasit Mark Clattenburg, Spurs gagal mencetak gol. Skor 2-2 membuat mereka harus merelakan gelar Premier League kepada Leicester City lebih cepat.

Dua gol Harry Kane dan Son Heung-Min sempat membuat Jamie Vardy dan kawan-kawannya tak bersemangat. Vardy, setelah dirinya terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi penulis memang mengundang rekan satu skuatnya untuk menonton pertandingan Chelsea vs Tottenham Hotspurs di kediamannya.

Skor 0-2 untuk Spurs hingga turun minum di Stamford Bridges  menjadi sesuatu yang luar biasa mengingat Spurs sudah tiga musim berturut-turut tak bisa mencetak gol di kandang Chelsea itu. Tapi dua gol Spurs tak bertahan lama.

Bermula dari sepak pojok Francesc Fabregas pada menit 58, Gary Cahill yang lolos dari pengawalan Alderweird berhasil melakukan sentuhan bola ciamik sebelum akhirnya menghempaskan bola ke gawang Hugo Lloris dengan kaki kirinya. Sontak, tendangan keras Cahill itu membuat seisi Stamford Bridges bergemuruh.

Sejak gol Cahill tersebut, permainan Chelsea semakin kompak. Pressing ketat diterapkan pemain-pemain The Blues, bahkan Diego Costa dipaksa mengejar bola di area lawan. Tackle-tackle efektif dari John Obi Mikel juga menjadi senjata Chelsea untuk mematikan aliran serangna dari lini tengah Spurs.

Chelsea sukses membalikkan keadaan lewat kaki Eden Hazard pada menit ’83. Bermula dari operan satu dua dengan Diego Costa, Hazard sukses menyarangkan bola ke pojok kiri atas gawang Hugo Lloris hanya dengan satu sentuhan.

Alih-alih bersemangat untuk mencetak gol, pemain Spurs justru seperti kehilangan arah. Chelsea masih terus mendominasi permainan, bahkan dalam 7 menit waktu tambahan yang diberikan petugas pertandingan.

Hingga peluit akhir ditiupkan wasit Mark Clattenburg, Spurs gagal mencetak gol. Skor 2-2 membuat mereka harus merelakan gelar Premier League kepada Leicester City lebih cepat.

Dengan poin 70, mustahil bagi Spurs untuk mengejar ketertinggalan 7 poin dari Leicester City yang telah mengumpulkan 77 poin dalam 36 pertandingan.

Pemain Spurs menangis di Stamford Bridges, sebaliknya, Jamie Vardy dan rekan satu skuatnya bersuka cita dengan sampanye yang sudah disiapkan untuk merayakan sejarah klub mereka: Selama 132 tahun dalam sejarah, Leicester City pertama kalinya menjuarai Liga Premier Inggris.(Rizky Ramadhan)

Komentar

Share.