Israel Akan Vonis Tentara Penembak Warga Palestina

0

AKTUALITAS.com: Pengadilan militer Israel akan memvonis seorang tentara yang dinyatakan bersalah membunuh seorang penyerang Palestina, Selasa (21/2/2017)), dalam kasus yang telah memicu kemarahan, debat dan protes.

Pengadilan bulan lalu menyatakan Elor Azaria (21) bersalah karena membunuh Abdul Fatah al-Sharif saat dia tergeletak akibat luka.

Panel tiga hakim memutuskan tidak ada alasan bagi Azaria untuk melepaskan tembakan karena Sharif tidak menimbulkan ancaman.

Penembakan pada Maret 2016 di kota wilayah pendudukan Tepi Barat, Hebron, terekam dan tersebar luas secara online.

Rekaman video menunjukkan Sharif (21), yang tergeletak di tanah, ditembak bersama dengan satu warga Palestina lainnya setelah menikam dan melukai seorang tentara, menurut militer.

Azaria kemudian menembak dia lagi di bagian kepala tanpa ada provokasi apa pun.

Azaria mengatakan dia takut Sharif mengenakan sabuk bom bunuh diri dan bisa meledakkan diri, menewaskan tentara dan massa di dekatnya. Klaim tersebut ditolak hakim.

Kejahatan itu mendapatkan hukuman maksimal 20 tahun, tapi dalam perdebatan hukuman jaksa Nadav Weisman meminta dia dipenjara selama tiga hingga lima tahun.

Sidang dimulai pada Mei lalu di pengadilan militer di Distrik Jaffa di Tel Aviv, tapi kemudian dipindahkan ke dalam kompleks markas militer yang dijaga ketat di pusat Tel Aviv.

Komentar

Share.