Kapal Pendarat ADRI-L untuk Perkuat Alutsista TNI AD

0

AKTUALITAS.com: TNI Angkatan Darat terus memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satunya kapal pendarat Landing Craft Utility (LCU) yang diberi nama KM ADRI-L.

Penyerahan kapal pendarat serbaguna LCU 1200 Dead Weight Tonnage (DWT) itu diterima langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono dari PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), di Galangan II PT Dok Kodja Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (28/7/2016).

Acara di awali penyerahan dan penandatangan naskah serah terima ADRI-L, dari PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) kepada TNI AD untuk memperkuat Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) dengan Yonbekang-4/Air selaku pengguna kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD.

Kapal LCU 1200 DWT memiliki panjang 79,50 meter, lebar kapal 14.00 meter, tinggi geladak utama 7,80 meter, tinggi sarat air 2,90, mesin penggerak 2×1500 horse power, kecepatan maksimum 12 knot, total beban 2.400 ton, dengan kapasitas 43 awak kapal, tangki bahan bakar 250.000 liter, dan jarak jelajah 2.880 NM.

Kegunaan kapal ini nantinya dapat membawa tank Leopard 2A4 sebanyak enam unit dan transporter sebanyak satu unit.

Kasad Jenderal TNI Mulyono menyampaikan terima kasih kepada Dirbekangad dan Direktur PT DKB yang telah bekerja keras menyelesaikan kapal ADRI-L.

“Pembangunan Kapal ADRI-L ini didasari oleh luasnya wilayah perairan Indonesia dan kebutuhan alat angkut air untuk mendukung tugas TNI Angkatan Darat. Namun upaya ini tidak bertentangan dengan kebijakan Interoperabilitas yang dicanangkan oleh Mabes TNI terkait dengan kerja sama antar angkatan,” katanya.

Dalam konteks penggunaan (manuver dan operasi), TNI AD tetap akan memprioritaskan sarana angkut milik TNI AL. Sedangkan dalam konteks pembinaan dan operasi matra darat, kapal ADRI-L dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas pokok TNI AD, seperti pelaksanaan gelar pasukan, dukungan logistik maupun sarana transportasi pasukan dan angkut materiil ke seluruh pelosok tanah air.

“TNI AD tetap memperhatikan dan memprioritaskan interoperabilitas dan sinergitas untuk konteks operasi gabungan antar matra,” katanya.

Kasad menambahkan bahwa pembangunan kapal ADRI-L sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam memberdayakan industri strategis nasional. Hal tersebut diwujudkan TNI AD melalui Ditbengkangad dengan mengedepankan PT DKB dalam pembangunan Sarana Angkut Air guna mendukung tugas pokok TNI AD.

Dirut PT Dok dan perkapalan Kodja Bahari (DKB) SA Bandung Bismono pada sambutannya menyampaikan suatu kehormatan bagi PT DKB dapat membangun alutsista pendukung yang digunakan TNI Angkatan Darat sebagai garda terdepan untuk mempertahankan negara.

Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi tanda diresmikannya Kapal ADRI-L. Kemudian Kasad beserta rombongan melanjutkan meninjau secara langsung di dalam Kapal ADRI-L.

Pada akhir acara dilaksanakan Demonstrasi ketangkasan Kompi Kapal Motor Cepat Yonbekang-4/Air dengan menggunakan kapal cepat membentuk formasi pengamanan droping pasukan dan perbekalan.

(Antara)

Komentar

Share.