Kapolri : Indonesia Jadi Produsen Pemakai Narkoba

1
 Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Gatot Normantyo , Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia , dan Kapolri Jendral Polisi Sutarman (kiri--kekanan) saat akan  mencoba terbang bersama Kasau dengan menggunakan pesawat tempur Sukhoi di Lanud Halim Perdanakusuma Kamis (14/8/2014). (Foto : Rahmat/Aktualitas.com)

Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Gatot Normantyo , Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia , dan Kapolri Jendral Polisi Sutarman (kiri–kekanan) saat akan mencoba terbang bersama Kasau dengan menggunakan pesawat tempur Sukhoi di Lanud Halim Perdanakusuma Kamis (14/8/2014). (Foto : Rahmat/Aktualitas.com)

AKTUALITAS.com : Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutarman menyayangkan Indonesia saat ini telah menjadi negara produsen sekaligus pemakai narkotika dan obat-obatan berbahaya atau narkoba.

“Indonesia negara yang jadi pengguna sekaligus pemroduksi narkoba,” kata Sutarman di Jakarta, Jumat(10/10/2014)

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu, pihaknya menggerebek pabrik narkoba di Batam dan Tangerang.

Menurut dia, hal ini terjadi karena tingginya populasi di Indonesia sehingga permintaan narkoba dalam negeri pun tinggi. “Demand tinggi, maka pasti selalu ada pasokan,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong agar masyarakat jangan tergiur untuk mencoba narkoba.

Menurut dia, bila permintaan narkoba di Indonesia tidak ada lagi, maka tak akan ada pasokan maupun produksi narkoba di Tanah Air.

Aspek penegakan hukum di Indonesia terkait peredaran narkoba, katanya, sudah baik. Hal ini terlihat dari banyaknya pengedar narkoba yang telah dieksekusi mati dan juga sedang menunggu proses eksekusi.

Meski demikian, ancaman hukuman ini, dinilainya masih tidak membuat sindikat narkoba jera.

Pada Jumat (10/10/2014), Badan Reserse Kriminal Polri mengumumkan hasil penyitaan narkoba jenis sabu seberat 71,5 kilogram. Narkoba tersebut disita dari empat orang tersangka sindikat narkoba internasional yakni AGN (WNI), LTY (WN Tiongkok), CFC (WN Tiongkok) dan FKH (WN Hongkong).

Komentar

Share.