Kasal Resmikan Perubahan Lanal Jadi Lantamal XIII Tarakan

0
 Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi

AKTUALITAS.com: Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi resmi meningkatkan Pangkalan Angkatan Laut Tarakan kelas B menjadi Pangkalan Utama Angkatan Laut kelas A.  Perubahan ini di tandai dengan penekanan tombol sirene pembukaan tirai selubung papan nama Pangkalan Utama Angkatan Laut XIII Tarakan, oleh Kasal, Rabu (12/8/2015) yang bertempat di Markas Komando (Mako) Lanal Tarakan, jalan Yos Sudarso Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Peningkatan kelas Pangkalan TNI Angkatan Laut Tarakan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan didasari Perpang TNI No.12 tahun 2015 tanggal 9 Juni 2015 tentang Pengesahan Validasi Organisasi dan Tugas Lantamal XIII Tarakan. Peningkatan kelas ini juga didasari Peraturan Kasal Nomor 3 tahun 2015 tanggal 30 Juni 2015 tentang Peningkatan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kelas B Tarakan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII,” ungkapnya melalui siaran persnya yang diterima Aktualitas.com, Rabu (12/8/2015).

Dirinya menjelaskan, dengan peningkatan status Lanal Tarakan menjadi Lantamal XIII, diharapkan dapat terwujud gelar Pangkalan TNI Angkatan Laut yang ideal dalam meningkatkan dukungan logistik serta administrasi bagi unsur-unsur TNI Angkatan Laut yang beroperasi di perairan wilayah timur khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

“Peran pangkalan sangatlah penting karena operasi laut tidak akan berjalan dengan optimal tanpa diimbangi oleh aspek dukungan yang baik dan memadai dari sebuah pangkalan. Guna menempatkan kedudukan yang proporsional, maka peran maupun fungsi pangkalan sebagai tempat pemangkalan, pembekalan, penyelenggaraan, pemeliharaan dan perbaikan unsur-unsur operasional TNI Angkatan Laut serta perawatan personel (dikenal dengan 5 R: Rebase, Replenishment, Repair, Rest, and Recreation),” ujarnya.

Menurut Kasal, pengembangan Lantamal XIII Tarakan ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung visi poros maritim dunia. Posisi Tarakan yang berdekatan dengan keberadaan alur laut kepulauan Indonesia II yang merupakan salah satu alur pelayaran internasional yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap kemungkinan terjadinya berbagai gangguan keamanan di laut, memerlukan pengawasan maksimal, terus menerus dan intensif.

Perairan di wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya seperti di laut sulawesi dan selat makassar, selain memiliki potensi kekayaan sumber daya laut melimpah juga menjadi sasaran para pelaku illegal fishing maupun pencurian sumber daya lainnya secara ilegal.

“Perairan ini memiliki potensi kerawanan konflik perbatasan maritim dengan negara tetangga serta potensi tindakan kejahatan maritim lintas negara”, tegas Kasal.

Selain itu, kata Kasal, Faktor lain yang mendasari perubahan status lanal Tarakan menjadi Pangkalan Utama adalah adanya konsep gelar Pangkalan TNI Angkatan Laut,dimana gelar kekuatan diarahkan di daerah-daerah perbatasan dan rawan konflik. Wilayah Kalimantan Utara secara geografis berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Filipina, sehingga memerlukan peningkatan kemampuan Pangkalan TNI Angkatan Laut untuk menciptakan keamanan perairan perbatasan.

“Terkait dengan hal tersebut, maka menjadi suatu konsekuensi logis perlunya peningkatan status Pangkalan TNI Angkatan Laut di Tarakan yang tidak saja dapat menunjang kepentingan pertahanan dan keamanan di laut, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah di kalimantan utara dan sekitarnya,” tandasnya.

Komentar

Share.