Kata Maaf Ahok Tak Mahal Lagi

0

AKTUALITAS.com: Katanya Jakarta bebas banjir. Katanya itu hanya genangan yang akan surut setelah beberapa jam. Katanya masyarakat tak perlu lagi mengungsi meninggalkan rumahnya. Dan masih banyak lagi ‘katanya-katanya’ yang lain. Dan nyatanya, bukan katanya, saat ini beberapa wilayah di Jakarta memang ‘tergenang’ air.

Ahok pun langsung meminta maaf karena tak bisa turun langsung menangani banjir, -tamu yang meskipun tak diundang- tapi kerap menyambangi Jakarta. Dia minta maaf pada warganya karena di saat yang sama, dirinya harus duduk di kursi pesakitan untuk diadili atas kasus penistaan agama yang dilakukannya.

Mungkin Ahok sadar bahwa dirinya bukan sinterklas yang bisa serta-merta menyulap Jakarta sebagai hunian yang ramah untuk warganya. Dan untuk itulah dia meminta maaf.

Memang sudah kodratnya bahwa manusia diciptakan tak sempurna. Itulah sebabnya diciptakan bermiliar manusia untuk saling menyempurnakan. Semua juga paham bahwa dunia dipenuhi oleh hal-hal yang kontradiktif. Ada terang-gelap, hitam-putih, siang-malam, baik-jahat, dan sebagainya.

Tak ada orang yang selalu benar, pun tak ada yang selalu salah. Namun sayangnya, akan ada saja orang yang merasa selalu berada di jalur kebenaran. Padahal sejatinya memang tidak ada kebenaran yang absolut.

Maka adalah yang wajar saja ketika kemudian seringkali timbul gesekan yang memencet pelatuk pertentangan ketika kebenaran dibingkai sebagai milik pribadi.

Orang pandir kadang menganggap dirinya adalah seorang bijak dengan premis atau alasan yang justru kontraproduktif. Sementara orang yang bijak tahu bahwa dirinya bodoh dan kemudian mau memperbaiki kesalahannya.

Di sinilah diperlukan keberanian dan nyali untuk mengakui kesalahan dan tak kembali melakukan hal yang sama. Memang hanya orang bernyalilah yang sanggup meminta maaf. Karena permintaan maaf sama sekali tidak akan merendahkan harga dirinya.

Bisa jadi Ahok yang sekarang, bukan Ahok yang dulu lagi. Dia tak lagi garang dan lantang bersuara menghadapi serangan yang mengarah padanya. Ahok sepertinya sudah belajar untuk menjadi orang yang tahu diri untuk ‘menyentuh’ bumi dan tak jemawa lagi.

Ahok tak malu minta maaf pada umat Islam yang merasa dilecehkan. Ahok tak sungkan berharap maaf karena kekhilafannya menghardik ulama. Dan Ahok pun tak canggung mencuitkan maaf di Twitter karena ‘genangan’ yang ternyata meluber ke mana-mana.

Mungkin saat ini Ahok lega dan bahagia setelah berbesar hati mengucap maaf. Mungkin itu adalah wujud tanggung jawabnya atas kesalahan yang dilakukannya.

Ujian yang dihadapi Ahok memang tak ringan. Makin banyak intimidasi dan hujatan ternyata membuatnya menjadi sosok yang lebih pintar berkaca untuk jadi lebih baik. Ini adalah sinyal yang diberikan Ahok untuk orang-orang yang dicintainya bahwa sekarang kata maaf Ahok tak lagi mahal.

Kita doakan semoga itu bukan hanya sandiwara…

(Sjamsu Dradjad/Kricom)

Komentar

Share.