Kenapa Kasus Dugaan Korupsi di Kantor Ahok Lamban Ditangani?

0

AKTUALITAS.com: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Izha Mahendra mempertanyakan kinerja penegak hukum dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Pasalnya, Yusril yang juga bakal calon gubernur DKI Jakarta ini menilai penegak hukum lamban dalam memproses kasus tersebut.

Menurutnya, dari kronologi peristiwa, tindak pidana korupsi dalam kasus jual-beli tanah seharga Rp 638 miliar ini sangat jelas dan terang benderang.

“Pemprov DKI dan sejumlah pejabatnya jelas tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam transaksi ini. Apalagi mereka mengetahui bahwa ada perkara sengketa kepemilikan lahan tersebut di pengadilan antara Pemprov DKI dengan pihak ketiga,” kata Yusril dalam keterangan persnya, Selasa (5/7/2016).

Yusril mengatakan, keterlambatan aparat untuk bertindak akan menyebabkan mereka yang diduga sebagai pelaku dalam kasus ini leluasa kabur. Pelaku dalam kasus ini juga potensial menghilangkan alat bukti.

“Rudy, kini telah kabur ke Australia. Ada kesan kuat di mata publik bahwa aparat penegak hukum seperti KPK, polisi dan jaksa selalu lambat, lalai dan cari-cari alasan menghindar untuk menindak adanya dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum-oknum Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Yusril.

Yusril menilai, niat oknum Pemprov DKI untuk membatalkan transaksi dan mengembalikan kerugian negara sama sekali tidak menghilangkan sifat korupsi dari perbuatan itu.

“Unsur adanya sifat melawan hukum dari transaksi ini, unsur kerugian negara Rp 638 miliar sebagaimana telah dihitung BPK dan unsur memperkaya orang lain, sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan kasus ini ke ranah penyidikan dengan menetapkan para tersangkanya,” jelasnya.

“Lambat dan lalainya aparat penegak hukum dalam menindak dugaan pidana korupsi di DKI ini, mulai dari kasus bus TransJakarta, Sumber Waras, reklamasi teluk Jakarta, dan terakhir kasus jual beli lahan di Jakarta Barat, diindikasikan karena dugaan korupsi ini, jika diusut lebih jauh, akan melibatkan sejumlah orang penting di negara ini, sangat disesalkan,” tandas Yusril.

(Farres Haikal)

Komentar

Share.