KPK Incar Aset Kekayaan Jero Wacik

0
Menteri ESDM Jero Wacik (Foto : Andrika Saputra/Aktualitas.com)

Menteri ESDM Jero Wacik (Foto : Andrika Saputra/Aktualitas.com)

 

AKTUALITAS.com : Untuk menelusuri jejak aset kekayaan tersangka Jero Wacik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta  Laporan Hasil Analisis (LHA) kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Tujuannya meminta LHA ke PPATK adalah untuk mengetahui apakah ada transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh tersangka,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan digedung KPK, Kamis (4/9/2014).

Selain itu, tambah Johan, LHA oleh PPATK juga nantinya dapat diketahui  Jero dapat dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang atau tidak.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan status tersangka kepada Menteri ESDM Jero Wacik terkait kasus korupsi dan pemerasan pengadaan operasional di Kementerian ESDM.  Jero juga terancam kurungan 20 tahun penjara.

Jero Wacik telah melanggar pasal 12 e UU Tipikor atau pasal 23 KUHP jo pasal 421 tentang pemerasan.

Diduga, Jero telah  memeras untuk mendapatkan dana operasional tambahan, karena Jero tak puas dengan uang operasional yang diterimanya.

Karena kedudukannya sebagai Menteri ESDM, kemudian Jero memerintahkan bawahannya untuk mencari pendapatan atau dana lain. Salah satunya meminta kick back dari beberapa proyek pengadaan di Kementerian ESDM.

Misalnya peningkatan pendapatan dari kick back, dari kegiatan pengadaan. Pengumpulan dana-dana dari rekanan untuk program-program tertentu.

Selain itu, Jero juga telah memanipulasi atau mengadakan  rapat-rapat yang sebagian besar fiktif.

Dari hasil penyelidikan, KPK menduga, dana-dana terkumpul yang diterima Jero untuk operasional Menteri ESDM itu mencapai Rp 9,9 miliar. Dan uang tersebut dipergunakan Jero untuk pencitraan dirinya dan operasionalnya sebagai Menteri ESDM.

Kontibutor : Luska

Komentar

Share.