Luncurkan Mini Album, Naufal Samudra Gandeng Dul Ahmad Dhani

0
Penyanyi pendatang baru Naufal Samudra gandeng Dul Ahmad Dhani dalam mini albumnya. (Aktualitas.com)

Penyanyi pendatang baru Naufal Samudra gandeng Dul Ahmad Dhani dalam mini albumnya. (Aktualitas.com)

AKTUALITAS.COM – Bertempat di Dia.Lo.Gue Art Space Kemang Jakarta Selatan, Kamis (14 /5) Naufal Samudra akan meluncurkan mini album pertamanya yang bertajuk “Dia”.

Dalam acara itu turut juga dimeriahkan oleh beberapa musisi, antara lain Marlyn Band dan BackDoor yang akan membuka launching EP “DIA”. Naufal pun menjanjikan sesuatu yang istimewa di peluncuran mini album perdananya itu.

“Penonton bakal liat sesuatu yang beda di launching mini album DIA,” kata Naufal

Salah satu yang patut ditunggu di acara peluncuran mini album itu adalah kolaborasi Naufal dengan Abdul Qodir Jaelani (AQJ) di lagu “Aku dan Kamu”. Di lagu itu ia dan AQJ akan merombak aransemen asli “Aku dan Kamu” ke nuansa psychedelic.

Selain itu, peluncuran mini album tersebut juga akan dimeriahkan dengan acara pemutaran perdana video klip yang berjudul “Tell Me How You Feel”.

Pengunjung juga bisa membeli merchandise Naufal Samudra dan mini album “Dia” yang akan dijual secara resmi di acara tersebut. Untuk para Naufanatic – sebutan bagi fans Naufal Samudra – bisa mengikuti acara meet and greet yang turut mewarnai meriahnya acara itu.

Naufal dan Dul Ahmad Dhani, kolaborasi dalam lagu 'Aku dan Kamu'. (Aktualitas.com)

Naufal Samudra dan Dul Ahmad Dhani, kolaborasi dalam lagu ‘Aku dan Kamu’. (Aktualitas.com)

Naufal Samudra Weichert

Lahir di lingkungan yang kental dengan kesenian membuat bakat Naufal terhadap seni sudah terlihat sejak dini. Di masa kecilnya, Naufal yang tinggal berpindah-pindah di beberapa negara, antara lain Indonesia (Jogjakarta – Jakarta), Jerman (Berlin), Singapore, dan sejak 2009 sampai sekarang  kembali ke Indonesia (Jakarta), banyak bersinggungan dengan dunia seni.

Hal itu mengingat sang bunda yang merupakan seorang seniman dan Naufal kecil kerap menemani bundanya berpameran atau hadir di acara-acara seni.

Seperti diketahui, ibunda Naufal, Lenny Ratnasari Weichert memang merupakan seorang seniman patung, sementara sang ayah Michael Weichert adalah  seorang konsultan dan juga penggila musik. Latar belakang itu pula yang kemudian banyak mempengaruhi minat musik di dalam diri Naufal.

Ketertarikan Naufal sendiri pada dunia musik dimulai saat dia duduk di kelas 3 SD. Kala itu Naufal mendapatkan kiriman hadiah ulang tahun sebuah gitar dari Om nya’Asep Ridwan’ yang tinggal di Sydney. Dari situlah dia mulai tekun untuk mempelajari beberapa alat musik.

Awal pindah dari Singapore,  Naufal mulai belajar alat musik perkusi di sekolahnya, German International School BSD. Dia mengambil privat drum dengan John Navid, drummer grup band White Shoes & The Couples Company.

Pada masa-masa itu pula Naufal mulai bereksperimen dengan membentuk grup band bersama teman-temannya serta berkolaborasi dengan beberapa musisi muda. Tekad Naufal pun semakin bulat untuk berkarir di dunia musik.Mini Album “DIA”.

Sekitar bulan November 2014, Naufal dibantu beberapa musisi kenalannya mulai membuat mini album pertamanya yang bertajuk “DIA”. Lima lagu yang terdapat di mini album tersebut, yakni Tell Me How You Feel, Cerita Cinta, Aku dan Kamu, Dia dan I Want You Back, semua liriknya diciptakan oleh Naufal dan bertutur tentang kehidupan pribadinya.

Naufal dan The Band, master musik dari Institut Seni Indonesia Yogya. (Aktualitas.com)

Naufal dan The Band, master musik dari Institut Seni Indonesia Yogya. (Aktualitas.com)

Proses rekaman mini album itu sendiri di garap di beberapa studio, antara lain Studio joglo 72 Cirendeu, Okky maleh Studio dan Studio milik Maia Estiyanti.

Diproduseri langsung oleh sang ayah Michael Weichert, Naufal mengaku siap menggebrak belantika musik Indonesia.

“It Something New! Orang harus denger EP ini (EP “Dia”) karena beda dengan musik anak muda yang lain,” ungkap Naufal ketika ditanya tentang mini albumnya.

Naufal pun sangat yakin akan kualitas mini albumnya tersebut. Atas hal itulah dia menampik anggapan bahwa dirinya hanya menjual tampang demi mendongkrak popularitas dan penjualan albumnya.

“Saya bukan cuma jual tampang doang dan kalau ada yang bilang saya cuma mengandalkan momentum, atau sudden star, kaya tiba-tiba ada lalu sebentar  hilang, I hope not, semoga nggak,” tukas Naufal.

Komentar

Share.