Maraknya Pengemis di Jaktim Membuat Warga Resah

0

Marak pengemis saat di Bulan RamadhanAKTUALITAS.com : Di bulan ramadhan ini para peminta-minta sumbangan (Pengemis ) mulai marak dan meresahkan warga di Jakarta Timur, bahkan mereka sudah mulai menyerbu ke pemukiman warga. Sayangnya, banyak orang yang tidak bertanggung jawab seperti Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) justru memanfaatkan momentum ini dengan melakukan meminta-minta baik di tempat ibadah, fasilitas  umum maupun pemukiman warga.

Menurut Kasudin  Sosial Jakarta Timur Masyudi, untuk mengantisipasi serbuan PMKS,pihaknya sudah merekrut 40 petugas dari unsur terkait juga masyarakat.

“Puluhan petugas yang sudah terlatih berfungsi untuk melakukan penertiban dan mensosialisasikan Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 tentang Pelanggaran Ketertiban,”kata kasudin Sosial Jakarta Timur kepada Aktualitas.com di Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Pantauan Aktualitas.com di lapangan, di setiap pemukiman warga di wilayah kini mulai diserbu oleh para peminta-minta dengan cara mendatangi langsung rumah warga.Mereka biasanya berbekal seberkas map berisi surat permintaan dana atau sumbangan dilengkapi kop surat sebuah yayasan yatim piatu maupun lembaga keagamaan. Diduga aksi para peminta-minta itu dilakukan untuk kepentingan pribadi.

Justru di bulan Ramadhan ini para pengemis merajalela,bahkan tidak segan mengetok kaca mobil yang berhenti di setiap lampu merah dan juga mereka mengetok rumah warga.

Menurut warga Perumnas Klender RT 01/RW 08 Keluraham Malaka, Kecamatan Duren Sawit  Hadiyanto (56) mengaku resah dengan banyaknya para peminta sumbangan yang mendatangi langsung rumahnya.

“Dalam sehari para peminta sumbangan itu bisa tiga kali datang dan berganti-ganti. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan warga,”kesal Hadi.

Menanggapi hal ini, Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Timur, M Yasin membenarkan jika momentum Ramadhan justru dimanfaatkan para peminta-minta berkedok meminta sumbangan untuk kepentingannya sendiri.

“Pihaknya juga sudah mengamankan beberapa peminta-minta berkedok pencari sumbangan dan sudah diamankan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung. Ini sangat mengganggu bukan hanya  bagi manusia tapi di mata tuhan karena mereka datang meminta minta menggunakan simbol keagamaan,”kata Yasin.

Yasin menghimbau, agar masyarakat yang ingin menyumbang bisa langsung ke panitia masjid atau yayasan sosial maupun yatim piatu.

“Kalau masyarakat mau nyumbang langsung saja bisa juga ke Bazis Jakarta Timur yang ada di Kelurahan dan di Kecamatan, atau lembaga yang sudah terdaftar resmi,”pesannya.

 Penulis ; Winarko

Komentar

Share.