Meskipun Pajaknya Besar, Aktifis Ini Dukung Reklame LED di Jakarta

0
Sejumlah pihak mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno agar meninjau kembali Peraturan Gubernur Nomor 148 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame soal reklame dengan sistem Light-Emitting Diode (LED).
Usulan tersebut pun ditanggapi oleh aktivis Zeng Wei Jian. Menurutnya, setelah Anies-Sandi resmi menjadi pemimpin di Ibukota, terlihat ada benturan antara pemain reklame konvensional melawan LED.
“Asosiasi Perusahaan Media Luargriya Indonesia (AMLI) minta Pergub 148 ini direvisi. Mereka ingin pasang billboard konvensional di Jl. Thamrin-Sudirman. Pergub 148 hanya mengizinkan Reklame LED dipasang di area ini, ” kata Zeng Wei Jian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/11/2017).
“Sedangkan reklame konvensional masih bertengger di zona-zona kendali rendah. Misalnya, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di banyak wilayah masih jadi sasaran run amok reklame-reklame konvensional,” imbuhnya
Zeng mengatakan, dirinya taak setuju dengan usulan AMLI. Sebab,  reklame konvensional memiliki banyak kekurangan. Misalnya berpotensi robohnya tiang reklame, hingga merusak pemandangan kota.
“Kelemahan reklame konvensional adalah sifatnya statis. Satu produk. Bertengger sampai warnanya luntur. Tiang-tiang pancangnya tinggi, menutupi pemandangan, dan rentan roboh. Di beberapa titik, kerangka reklame konvensional jadi bangkai berkarat. Ngga ada pengiklan. Dibiarkan saja begitu. Bikin Jakarta jadi mirip kota hantu,” ujarnya.
Menurut Zeng, hal itu berbeda dengan reklame sistem LED. Kata dia, selain lebih mempercantik kota dengan efek visualnya yang menarik dan dapat menampilkan banyak produk, pajak yang dihasilkan juga jauh lebih besar.
“Pajak LED jauh lebih besar. Lebih irit, satu billboard LED bisa tayangkan 5-8 produk. Kontradiksi antar pemain reklame ini tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ada sekitar 80-100 pemain di Jakarta,” tuturnya.
“Rata-rata pemain iklan konvensional yang menolak inovasi LED,” ungkap Zeng.
Karenanya,  Zeng berharap Anies-Sandi dapat mempertimbangkan keunggulan dari LED dibanding konvensional, sehingga dapat mengambil keputusan yang terbaik.
“Semoga Anies-Sandi bisa memutuskan yang terbaik. Saya sendiri lebih senang LED. Kalau perlu, larang reklame konvensional secara total di Jakarta,” tandasnya. (GA)

Komentar

Share.