Nostalgia Sang Perwira di Kalijodo

0

AKTUALITAS.com: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti akhirnya kembali menginjakkan kakinya ditempat yang pernah diakrabinya saat menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan yaitu Kalijodo. Krishna tiba sekitar pukul 21.00 WIB.

Ia datang bersama puluhan anggotanya dengan ‘seragam keren’ berwarna biru bertuliskan ‘Turn Back Crime’. Mereka memasuki gang-gang sempit di wilayah Kalijodo. Kedatangannya kali ini tentu bukan untuk mencari ‘kesenangan’, melainkan untuk mengecek keamanan kawasan tersebut menjelang pembongkaran yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Baca: Detik-Detik Hilangnya Prostitusi Kalijodo

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dan anggotanya menyusuri jalan di Kawasan Kalijodo sambil berjalan menyusuri lika-liku kawasan prostitusi dan perjudian tersebut. Krishna sesekali menyapa warga yang dipapasinya. Ia juga sempat singgah di sebuah kafe yang diketahui milik tokoh masyarakat Kalijodo, Daeng Azis.

“Kalian sempat ketemu Azis belum?” ujar Krishna bertanya kepada wartawan yang meliput kegiatannya.

“Sudah enggak ada orangnya kan? Carilah sampai ke WC-WC,” imbuhnya.

Baca: Cerita Kalijodo dan Daeng Aziz

Suasana di kafe yang ditengok Krishna itu memang dalam keadaan kosong, sepi tanpa aktivitas. Tak ada yang mengetahui kapan persisnya kawasan Kalijodo jadi sepi kegiatan seperti itu. Namun yang pasti, beberapa warga Kalijodo yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) memang dikabarkan sudah mulai angkat kaki sejak Rabu (17/2/2016) lalu.

Dikisahkan oleh wartawan  dalam kunjungannya tersebut, Krishna juga sempat menunjuk kafe yang didatanginya itu seraya mengatakan, “Kalau ini (sambil menunjuk) yang menolak, yang punya rumah ini, rumahnya dihancurkan lebih dulu,” ucap Krishna di pelataran parkir kafe tersebut.

Baca: Luka Lama Kombes Krishna Murti

Krishna memang bukan orang baru di Kalijodo, pada tahun 2002 ia pernah merasakan ‘kerasnya’ wilayah Kalijodo. Tawuran antarwarga marak terjadi. Perjudian dan prostitusi seperti menjadi makanan sehari-hari, setiap malam tiada sepi. Ia pun sedikit bercerita mengenai hal tersebut saat berkunjung ke Kalijodo kemarin malam. “Ini (Kalijodo) perbatasan dua wilayah. Dulu kalau ini saling lempar-lempar,” terangnya.

“Lho, kok saya jadi nostalgia?” ujarnya yang nampak seperti hanyut terbawa suasana.

Baca: Ketika Musuh Lama Bersua Kembali di Kalijodo

Krisna menuturkan, keadaan Kalijodo saat ini sudah jauh lebih aman dibanding saat dirinya memimpin Polsek Penjaringan. “Kalau dulu, masuk ke Kalijodo itu kayak masuk lorong neraka. Preman di mana-mana, ada 2.000-an preman,” terangnya.

Begitulah kunjungan Krishna Murti di Kawasan Kalijodo yang sempat membuatnya nyaris tak bisa menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Tempat dirinya sempat ditodong pistol oleh Daeng Azis. Tempat ia memberantas perjudian yang dibenci oleh Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto. Tempat perdagangan manusia yang sempat ia ungkap.

Tapi, malam itu, Krishna tidak menemukan suasana itu. Kalijodo sepi tak bergairah. Tak ada perempuan-perempuan berbaju minim yang berteriak ‘mampir’ yang bisa jadi merupakan korban perdagangan orang, tak terlihat pula para pria berbadan tegap –preman yang menjaga pintu tempat hiburan. Kalijodo malam itu hanya dihiasi bunyi deru kendaraan, tak ada suara lagu dangdut atau warna-warni gemerlap lampu kafe.

“Berarti sudah aman, ini harus dipertahankan,” ucapnya singkat menutup lawatan.

Komentar

Share.