Novela: Saya Butuh Perlindungan Hukum Dari Negara

0
Direktur Politik Tim Prabowo-Hatta (Kanan), Ali Mochtar Ngabalin dan Ketua DPC Gerindra Pianai, Papua (kiri),  Novela Nawipa saat ditanya oleh para awak media usai acara Diskusi publik “Potensi Perpecahan Anak Negeri Pada Pilres 2014 dan Solusinya” di Jakarta, Senin (18/8/2014).Foto/Andrika Saputra/Aktualitas.com

Direktur Politik Tim Prabowo-Hatta (Kanan), Ali Mochtar Ngabalin dan Ketua DPC Gerindra Pianai, Papua (kiri), Novela Nawipa saat ditanya oleh para awak media usai acara Diskusi publik “Potensi Perpecahan Anak Negeri Pada Pilres 2014 dan Solusinya” di Jakarta, Senin (18/8/2014).Foto/Andrika Saputra/Aktualitas.com

 

AKTUALITAS.com : Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Pinai, Novela Nawipa mengatakan, dirinya memerlukan perlindungan hukum. Pasalnya, Novela dan keluarga di Papua mendapatkan intimidasi dari orang tak dikenal.

Intimidasi yang didapatkan wanita asal Papua itu setelah dirinya menjadi saksi Prabowo-Hatta.

“Saya juga butuh perlindungan hukum. Butuh perlindungan, perlindungan dari negarahukum,” katanya dengan nada tinggi, di Hotel Le Meredien, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Novela menjelaskan, dirinya tidak akan berdiam diri dan siap untuk membeberkan kejahatan politik pada pilpres 2014. Menurutnya, intimidasi yang ia (Novela) dapatkan karena ia berada di jalan kebenaran.

“Meski saya banyak dapat ancaman, pagar dirusak, anak tidak sekolah, tapi itu hargayang harus saya bayar demi kebenaran dan keadilan demi tanah Papua,” ujarnya.

“Jangan dijadikan alasan, kami di Papua, di balik gunung terbelakang, tidak. Banyak yang kira kami tidak mampu, tidak. Kalau yang lain bisa, kami bisa. Jangan kejahatan politik selalu dibungkam. Tabir itu harus dibuka hari ini. Jangan kami digunung selalu jadi alat, bahan elit politik dengan segala kepentingan mereka,” tambahnya.

Penulis : Kiki Budi Hartawan

Komentar

Share.