Orang Tua Jangan Menjadi Hakim Ketika Anak Mengkonsumsi Pornografi

0

AKTUALITAS.com: Pornografi telah lama menjadi momok bagi para remaja. Kurangnya pengetahuan seksual dan absennya peran orang tua bahkan bisa membuat seorang remaja menjadi predator bagi  lawan jenisnya.

Bagi para orang tua khususnya di Indonesia, membicarakan seks/pornografi dengan anak-anak mereka memang masih merupakan hal tabu. Banyak orang tua yang memilih diam atau bahkan menghakimi jika memergoki anak-anak mereka mengkonsumsi pornografi, sementara mereka lupa bahwa mereka selama ini telah  absen dalam memberikan pendidikan seks atau pornografi yang juga luput dari pendidikan di bangku sekolah.

Dr Harold S. Koplewicz pendiri and presiden The Child Mind Institute – sebuah organisasi nirlaba independen yang didedikasikan untuk mengubah kehidupan anak-anak dan keluarga yang berjuang dengan kesehatan mental dan gangguan belajar –   mengatakan bahwa mustahil bagi remaja mengindari pornografi di era yang cukup maju seperti saat ini. Koplewicz justru menyarankan agar orang tua mempersiapkan bekal yang cukup manakala mereka menemukan anak-anaknya mengkonsumsi pornografi.

“Menghindari atau bahkan menutup-nutupi bukanlah cara  yang baik, bahkan itu adalah cara terburuk untuk mengatasi pornografi pada remaja,” katanya.

Perkembangan seksual para remaja patut dipahami oleh para orang tua. Hal ini menurut Koplewicz bisa membuat orang tua lebih bijaksana dalam menyikapi pornografi.

“Minat pada seks dan citra seksual benar-benar normal, sehingga perlu diingat bagi orang tua untuk untuk menyiasati masalah ini dengan cara tidak menghakimi,” ujar Koplewicz.

Koplewicz menghimbau kepada orang tua jika suatu saat  mereka menemukan anak-anaknya mengkonsumsi pornografi, sebisa mungkin jangan posisikan anak-anak Anda sebagai terdakwa, penuh rasa bersalah dan rasa malu.

“Katakan kepada anak Anda, ‘Aku yakin kamu telah melihat pornografi. Aku tidak kecewa, tapi aku benar-benar harus berbagi beberapa fakta (tentang pornografi) dengan kamu,” kata Koplewicz mencontohkan.

Fakta pertama yang harus diketahui oleh anak-anak Anda adalah semua objek seksual (bintang porno) yang terdapat di film porno adalah tidak nyata, baik secara fisik ataupun prilakunya. Beri  penjelasan agar mereka paham dan tidak mencontoh apa yang mereka tonton.

“Selain itu, berikan pengertian kepada anak-anak Anda bahwa hubungan seks bukanlah hal buruk, namun akan menjadi bencana jika dilakukan di waktu yang tidak semestinya,” imbuhnya.

Anak-anak Anda harus memahami bahwa melakukan seks di saat mereka masih sekolah dapat mengubur semua cita-cita dan masa depan yang selama ini mereka impikan. Selain itu tanamkan juga kepada anak-anak Anda bahwa semua adegan di film porno adalah rekayasa, karena hubungan seks yang baik memang melibatkan perasaan bukan hanya demi mencapai kepuasaan.

Ajarkan pula anak-anak Anda untuk menghormati lawan jenisnya.

“Penting bagi mereka untuk belajar menghormati,  menjaga orang-orang yang mereka sayangi untuk menghindari obsesi berlebihan terhadap pornografi,” lanjut Koplewicz.

Walau bagaimanapun, menghindari atau bahkan melenyapkan pornografi adalah hal mustahil. Orang tua harus sadar dan siap untuk menghadapinya bersama anak-anak mereka.

“Beri pengertian kepada anak-anak Anda bahwa seks harus dilakukan dengan cara yang sehat, yakni di waktu yang tepat dan dengan penuh cinta. Itulah yang membuat seks menjadi istimewa,” tutup Koplewicz

Komentar

Share.