Pedagang Tanah Abang Laporkan PD Pasar Jaya ke Polda Metro

0
AKTUALITAS.com:  Tidak terima kiosnya disegel, sejumlah pedagang yang berada di Blok F lama Pasar Tanah Abang melaporkan pihak PD Pasar Jaya ke sentra pelayanan kepolisian terpadu(SPKT), Polda Metro Jaya, Kamis(12/5/2016).Dalam laporan polisi tercatat Nopol LP/2299/V/2016/PMJ/Ditreskrimun, dengan persangkaan pasal 170 dan 368 KUHP.
Kuasa hukum pedagang Pasar Tanah Abang, Fauzan Indra Lumpatan mengatakan, surat Perpanjangan Hak Pemakaian Tempat Usaha (PHPTU) sampai 2032 yang dikeluarkan oleh pihak PD Pasar Jaya diketahui merugikan para pedagang.
“Jadi pedagang merasa dirugikan dengan adanya kebijakan baru dari pihak pasar yang mengeluarkan surat Perpanjangan Hak Pemakaian Tempat Usaha (HPTU) sampai 2032 yang permeternya Rp 68 juta,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.
Menurutnya, pihak PD Pasar Jaya tidak pernah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut.Akibatnya, terjadi perpecahan diantara pedagang.
Joni salah  salah seorang pedagang mengaku, dirinya sempat mendapatkan ancaman yang dilakukan oleh oknum PD Pasar Jaya, karena menolak untuk membayar.Padahal, jelasnya, masa perpanjangan kios masih terbilang lama.
“Mereka memaksa untuk melakukan perpanjangan kios yang berada dalam 6 lantai, sejak tahun 2011 dengan nominal lantai dasar Rp 68 juta, lantai pertama Rp 63 juta dan untuk lantai selanjutnya selisih Rp 5 juta. Perpanjangan kata mereka itu untuk masa kios awal 2024, jadi perpanjang sampai tahun 2032. Padahal kan 2024 saja masih jauh,” ujarnya.
Dikatakannya, para pedagang juga kehilangan barang daganganya, karena ketika dibuka kios tersebut barang-barangnya sudah hilang, dan diduga telah dicuri.
“Kita mau buka kios, tapi dicuri oleh oknum sana. Barang diambil, kios digembok sama dia. Itu lebih dari dicuri. Enggak ada sosialisasi sebelumnya. Barang dagangan saya saja enggak tahu sekarang ada di mana. Kios kosong. Padahal pedagang masih punya hak sampai tahun 2024,”ungkapnya. (Sapuji).

Komentar

Share.