Pejuang Kemerdekaan Yang Terlupakan Oleh Indonesia

0

veteran-perangAKTUALITAS.com: Dua hari lalu 17 Agustus 2015 merupakan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke 70 tahun. Dimana 70 tahun lalu sang Proklamator, Soekarno- Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda dan sekutunya

Tidaklah mudah memperoleh kemerdekaan Indonesia, butuh puluhan, bahkan ratusan tahun serta ribuan nyawa untuk bisa menjadi sebuah negara  Indonesia. Tentunya kemerdekaan ini tidak didapat dengan cuma-cuma tetapi lewat perjuangan para pahlawan kita.

Saat ini apakah kita pernah terpikir dalam benak kita bagaimanakah kehidupan para pejuang kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Apakah mereka mendapatkan tempat dan kehidupan yang layak atas apa yang telah mereka perjuangkan?

Mengutip kata-kata Bung Karno ” Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. 70 tahun Indonesia merdeka, namun pemerintah sepertinya tidak peduli akan kata-kata sang Proklamator tersebut. seakan kemerdekaan Indonesia diperoleh hanya dengan membalikan telapak tangan saja!

Saat ini tak sedikit pejuang kemerdekaan masih hidup sangat tidak layak dan masih banyak pula yang masih mengais rejeki hanya untuk kebutuhan perut mereka.  Mungkin sebuah kata ironi yang bisa dikatakan kepada bangsa ini yang sangat tidak peduli akan kehidupan para pejuang tersebut yang telah memberika jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia.

Samsuri, seorang veteran kemerdekaan yang sudah berusia 91 tahun ini terpaksa harus mengetuk pintu-pintu kantor untuk menyambung hidupnya. Meskipun sudah tua, langkah Samsuri terlihat masih tegap. Sikap dan atributnya masih sama seperti saat dia aktif sebagai pejuang di front Ambarawa, Jawa Tengah. Namun, dia kini tak lagi memanggul senjata. Pria tua ini kemana-mana membawa sejumlah barang dagangan, seperti permen jahe dan jamu-jamuan. Dia terpaksa mengumpulkan rupiah demi rupiah karena tunjangan pensiunnya tak seberapa.

Silam, seorang lelaki tua yang tinggal di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan Jawa Timur. Ia menjadi tukang sapu di gereja dan Balai Desa Pelang. Untuk pekerjaannya itu ia mendapatkan upah sebesar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per bulan.

Seperti itulah para kehidupan para veteran Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan kepada kita, namun perjuangannya belum juga berakhir hingga saat ini. Kali ini mereka mencari kemerdekaan dan berjuang hanya untuk kebutuhan perut!

Kisah nyata di atas hanyalah beberapa potret para veteran. Masih banyak lagi nasib para veteran perang yang harus berjuang melawan nasib di tengah usianya yang sudah melebihi dari separuh abad. Kita sangat berharap pemerintah memperdulikan nasib para veteran perang yang sangat memilukan ini. (KBH)

Komentar

Share.