Pratu Heri di Berhentikan Tidak Hormat dari Korps POMAD

0
Pencopotan baju kedinasan Polisi Militer Angkatan Darat Oleh Danpuspom 2. Foto : Winarko

Pencopotan baju kedinasan Polisi Militer Angkatan Darat Oleh Danpuspom 2. Foto : Winarko

AKTUALITAS.com : Puspomad bidang pembinaan personel satuan pada bidang pembinaan personel telah mengevaluasi dan terus meninginteropeksi diri dalam upaya memajukan Polisi Militer Angkatan Darat yang berdisiplin, sehingga bersikap dan bertindak serta menjadi panutan bagi prajurit TNI AD lainnya maupun bagi masyarakat di sekelilingnya.

Hal ini disampaikan Komandan Puspomad Mayjen TNI Unggul K Yudoyono saat gelar Upacara Pemecatan Pratu Heri dari dinas aktif TNI AD di Lapangan Apel Mapuspomad,Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat,Senin (7/6/2014).

“Sungguh ironisnya  Pratu  Heri Ardiansyah anggota Denma Puspomad telah melakukan tindakan pidana penganiayaan dengan ancaman 5 tahun dan di berhentikan dengan tidak hormat. Motifnya hanya kriminal biasa tidak ada motif lainnya, hanya tidak puas  apa yang diminta tidak sesuai yang diingikannya. Perbuatan perilaku seperti yang di lakukan Pratu Heri yang tidak boleh di lakukan anggota TNI AD lainnya. Inilah salah satu sanksi yang mereka terima sesuai peraturan maupun  perundang-undangan yang berlaku bagi kehidupan keparjuritan. Mereka melakukan melakukan penganiayaan yang begitu berat mengakibatkan oarang terluka parah.  Pihak kami sudah menjenguk korban di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo dan pihak TNI AD sudah memberikan bantuan ke korban,”kata Danpuspom.

Menurut Danpuspom, prajurit Militer Angkatan Darat yang tidak patuh dan taat terhadap perintah atasan dengan melakukan perbuatan melanggar yang dapat menciderai butir-butir delapan wajib TNI yaitu salah satunya tidak sekali-kali menakuti dan  menyakiti hari rakyat.

“Perbuatan yang dilakukan Pratu Heri tersebut sudah bertolak belakang dengan tugas pokok Polisi Militer Angkatan Darat selaku penegak hukum, disiplin dan tata tertib bagi kepentingan TNI AD. Tindakan ini secara pribadi merupakan perbuatan yang sangat memalukan dan dapat merusak citra Korps Polisi Militer AD,”tegasnya.

Danpuspomad mengatakan, mencermati prosesi pemberhentian dengan tidak hormat saudara Pratu Heri merupakan pengembangan sistem Reward and punishment yaitu memberikan penghargaan bagi anggota yang berprestasi dan memberikan sanksi bagi anggota yang melakukan pelanggaran. Keputusan ini yang tentunya telah didasarkan pada pertimbangan dan proses hukum sesuai norma-norma yang berlaku di dalam kehidupan keprajuritan.

“Sebagai prajurit Polisi Militer Angkatan Darat di tuntut untuk mampu menjadi contoh dan suri tauladan bagi prajurit TNI AD lainnya. Untuk itu saya minta agar setiap prajurit Polisi Militer Angkatan Darat mampu menjadikan dirinya sebagai panutan dan mentaati segala ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku yang tercermin dalam tutur kata, sikap maupun tindakan dalam pergaulan kedinasan juga kemasyarakatan. Saya minta kepada seluruh anggota setelah peristiwa ini agar tidak ada lagi warga Polisi Militer Angkatan Darat yang mengikuti jejak saudara Heri Ardiansyah yang di lakukannya itu dapat merugikan diri anggota sendiri, keluarga dan kesatuan

Seperti diketahui, Selasa 24 Juni 2014 malam, Yusri (47) seorang juru parkir liar di Monas dibakar oleh seorang oknum TNI Sertu HS karena tidak memberikan setoran jatah preman sebesar Rp 50.000.

Penulis : Winarko

Komentar

Share.