Presiden Berharap DPR Segera Setujui Panglima TNI

0
Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

AKTUALITAS.com : Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap DPR segera menyetujui Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI baru menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang pensiun 1 Agustus 2015.

“Presiden berharap DPR bisa memberikan persetujuan dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan memasuki masa pensiun pada 1 Agustus mendatang,” kata Mensesneg Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (10/06/2015).

Ia menyebutkan pihaknya membutuhkan persetujuan dan respon secepat-cepatnya dari DPR.

“Itu harapan Presiden kepada DPR, kemarin Presiden telah mengirim surat kepada DPR tentang pengajuan calon Panglima TNI untuk mendapatkan persetujuan DPR,” katanya.

Pratikno menyebutkan nama yang diajukan Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko adalah Jenderal Gatot Nurmantyo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

“Berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 10, Presiden itu pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 13, Presiden memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan Panglima TNI dengan persetujuan DPR,” tuturnya.

Menurut dia, pencalonan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI diputuskan Presiden dengan memperhatikan kepentingan penguatan organisasi TNI dalam menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi dan geostrategi kawasan.

Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan sistem rotasi, Pratikno mengatakan merujuk pada UU, memang Panglima TNI itu dapat dijabat secara bergantian, tetapi tidak ada kewajiban di situ.

“Yang paling utama, Presiden meyakini bahwa organisasi TNI ini merupakan organisasi yang sudah matang dan berwawasan tentara nasional.”

“Embrionya sebagai sebuah organisasi matang dan berwawasan nasional itu sudah berakar luas bahkan sebelum berdirinya RI yaitu dalam upaya perjuangan kemerdekaan Indonesia. Jadi ini berbeda dengan organisasi lain, ini merupakan organisasi yang sudah dewasa dan sudah matang,” paparnya.

Oleh karena itu Presiden, katanya, sangat yakin dari matra apa pun akan bisa diterima, dan sekaligus mengayomi mitra-mitra yang lain apalagi kalau merujuk pada nawacita yang juga menegaskan pentingnya pengembangan trimarta-trimarta terpadu.

“Apa pun agendanya terkait angkatan bersenjata itu dilakukan secara terpadu oleh tiga matra itu. Jadi atas landasan itu, Presiden kemudian punya pertimbangan yakin siapa pun dari angkatan mana pun akan bisa diterima dan bisa mengayomi matra yang lain sesuai nawacita dan sekali lagi penting juga TNI organisasi yang matang, solid, dan punya wawasan nasional,” tukasnya.

Ia menyebutkan Presiden tidak membentuk tim atau pansel, tetapi Presiden bisa mengakses kemana saja dan mempertimbangkan banyak masukan yang diajukan berbagai komponen.

“Kalau Pak Gatot saya kira Presiden yang memutuskan, dan biasanya dalam angkatan apalagi angkatan bersenjata itu kan perintah. Presiden juga sudah komunikasi dengan banyak pihak,” pungkas Pratikno.

Komentar

Share.