Ratusan Karyawan PT.Dharmatama Desak Pemilik Perusahaan Segera Bayar Pesangon

0

Aktualitas.com –  Para karyawan PT. Dharmatama Megah Finance,  mendesak dan meminta kepada pemilik perusahaan, agar segera membayarkan uang pesangon karyawan, yang merupakan hak-hak dari pekerja yang telah mengabdi lama diperusahaan tersebut.

“Kami sudah berjuang sejak tahun 2013. Tetapi sampai sekarang hak kami, pesangon yang harusnya kami terima tidak juga diberikan oleh perusahaan,” ujar Juru Bicara karyawan PT Dharmatama Mega Finance Gatot Situmorang dalam keterangannya, Selasa (15/8/2017).

Gatot mengungkapkan pemilik sempat memberikan angin segar yang menyebut pesangon segera cair Juli 2016. Namun, para karyawan harus membuat kesepahaman antar keduanya yang berisi perusahaan sepakat memperbolehkan karyawan menjual gedung kantor pusat PT Dharmatama Mega Finance di jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, tetapi ternyata hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan dan tak juga memberikan hasil bagi karyawan.

“Kita tak bisa menjualnya karena saat perjanjian tak memberikan surat kuasa menjual. Perjanjiannya juga tidak terdaftar di notaris jadi tidak kuat dihadapan hukum,” jelasnya

Gatot menjelaskan,  muara permasalahan yang menimpa perusahaan yang bergerak dibidang pinjaman cicilan mobil tersebut,  terjadi ketika PT. Dharmatama Finance sudah ditinggalkan oleh pemilik lama dibawah kepemimpinan Kelvan Fiman dan Keldy Firman,  yang tak lain adalah ahli waris dari pendiri sekaligus pemilik PT Dharmatama Megah Finance,  Robert Yahya (alm).

Selama dipegang Kevin dan Keldy,  mereka juga dibantu dua sepupunya yakni Rudy T Yahya dan juga Ermind Rulianto, yang juga menjabat posisi strategis di PT Dharmatama Megah Finance. Namun sayangnya kata Gatot, seiring perjalanan perusahaan tersebut tidak berjalan baik, pada tahun 2013,  para karyawan  malah banyak yang mendapatkan gaji dibawah upah minimum regional (UMR).

Dan perusahaan yang memiliki 47 Cabang di Indonesia dengan total 420 karyawan itu, terus dalam kondisi terpuruk,  bahkan tidak bisa mengembalikan kwajiban terhadap bank pemberi kredit.

“Karena dana fasilitas kredit tersebut, justru digunakan untuk membuat perusahaan baru,  dan saat itu juga mulai terjadi pembiaran terhadap karyawan. Apalag konsumen juga meminta haknya berupa BPKB dikembalikan,” ujar Gatot.

Ia juga mempertanyakan terkait proses Penundaan Kwajiban Pembayaran Hutang (PKPU) oleh perusahaan. Gatot mencatat bahwa proses PKPU tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Gatot beralasan, dari data keuangan yang ia ketahui, pengembangan keuangan justru kian melemah perkembangannya.

“Atas dasar itu, kami mendesak jika pimpinan tidak membayar pesangon karyawan kami akan demo mendatangi Kementrian tenaga kerja (Kemenaker), Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam waktu dekat ini, ” tegas Gatot.

Komentar

Share.