Riwayat Bank Indonesia, Pemilik Gedung Bangunan Belanda

0

AKTUALITAS.com: Mungkin hanya sedikit yang mengetahui bahwa setiap tanggal 5 juli adalah Hari Bank Indonesia. Jika berbicara tentang Bank Indonesia, yang terlintas di pikiran kita adalah gedung yang megah dengan gaya arsitektur Eropa. Bank Indonesia selain berperan sebagai pengendali fiskal dalam negeri juga kerap dikenal sebagai pemilik gedung-gedung megah nan bersejarah di beberapa kota besar di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh  SIPerubahan.com, penulisan tentang sejarah Bank Indonesia telah dilakukan sejak periode Orde Baru, tepatnya tahun 1970 an. Noek Hartono, seorang pegawai bank Indonesia menulis sebuah naskah Sejarah Bank Indonesia dan Pertumbuhannya (1976). Lalu kemudian tahun 1991 Drs. Oey Beng To, seorang mantan direktur Bank Indonesia periode 1960 an, menerbitkan buku Sejarah Kebijakan Moneter Jilid I 1945-1958. Buku ini mengupas banyak tentang Bank Indonesia. Selanjutnya banyak penelitian yang mengupas perjalanan bank sentral, termasuk sejarah perubahan nama dari De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia.

Ada juga tulisan yang fokus pada perkembangan kantor-kantor Bank Indonesia yang beroperasi di berbagai kota besar di Indonesia.

Jika Anda pernah pergi ke Kota Medan, tepat di jantung kita ibukota Provinsi Sumatera Utara ini, berdiri megah sebuah bangunan berwarna putih bergaya arsitektur Eropa. Bangunan ini merupakan Bank Indonesia cabang Medan.

Berdasarkan catatan historis yang ada, dahulu Gedung Bank Indonesia Medan merupakan Kantor Cabang  De Javasche Bank yang ke-11. Kantor ini  mulai dibuka pada tanggal 30 Juli 1907 bersamaan dengan Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura yang masing-masing dibuka pada tanggal 15 Januari 1908 dan 3 Februari 1908. Namun, akibat adanya pengaruh resesi dunia tahun 1930-an, mengakibatkan Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura akhirnya terpaksa ditutup.

Bangunan ini pun kini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) berdasarkan UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 2 Tahun 2012.

Sama halnya dengan Gedung Bank Indonesia di Bandung. Tahun 1814-1911, Hindia Belanda membangun banyak gedung untuk menopang kegiatan pusat pemerintahan di Jawa Barat. Salah satu gedung yang dibangun Gedung Javasche Bank. Tepat tanggal 30 Juni 1909 Javasche Bank cabang Bandung resmi beroperasi. De Javasche Bank Bandung merupakan cabang ke 15 yang dimiliki Javasche Bank setelah sebelumnya telah berdiri juga cabang di Semarang,Yogyakarta dan Solo.

Gedung ini dirancang oleh arsitek bernama Edward Cuypers, Fermont dan Hulswit yang mengambil unsur-unsur arsitektur Romawi-Yunani.

Secara umum, seluruh bangunan Bank Indonesia saat ini memang sangat mencolok dan berbeda dibandingkan bangunan gedung modern pada umumnya. Terutama sekali Gedung Bank Indonesia Pusat di Jakarta yang kini digunakan sebagai Museum Bank Indonesia.

Bangunan-bangunan Bank Indonesia menjadi tempat menarik untuk diabadikan. Tak jarang juga, pasangan yang hendak menikah menjadikan gedung-gedung bersejarah ini sebagai tempat sesi foto pre-wedding.

Sejauh ini, terdapat 8 kantor cabang Bank Indonesia yang memiliki nilai arsitektur khas dan sangat bersejarah yakni Bank Indonesia cabang Surabaya. Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Pontianak, Padang dan Denpasar.

Di setiap kota, Gedung Bank Indonesia tak hanya tempat beroperasinya kegiatan fiskal, tapi sekaligus tempat objek wisata serta objek penelitian untuk menelusuri jejak-jejak kolonial di negeri ini.

Komentar

Share.