Rizal: Bakamla Miliki Peran Wujudkan Poros Maritim

0

AKTUALITAS.com: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, Indonesia sudah sepatutnya memiliki “Coast Guard” seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang memiliki peran untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Negara-negara maritim besar lazimnya selalu ada `coast guard`, seperti Amerika, Jepang, dan Tiongkok. Presiden Joko Widodo telah menekankan tentang poros maritim, sehingg perlu lembaga khusus mengawasi laut, sepertihalnya Bakamla,” kata Rizal Ramli.

Hal itu ia kemukakan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertama Bakamla dengan tema “Dengan Bersinergi Bakamla Siap Menuju Poros Maritim Dunia”, di Balai Samudera, Jakarta Utara, Jumat (18/12/2015).

Rizal menjelaskan bahwa peran Bakamla menjaga laut Indonesia sudah sesuai dengan Perpres No. 178 Tahun 2014 tentang Bakamla dengan tugas menjaga keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

“Kalau suasana tenang seperti ini, Bakamla mempunyai tugas dan fungsi yang penuh untuk mengawasi laut. Tapi disaat perang, Bakamla akan menjadi alat pertahanan negara,” lanjutnya.

Bakamla bertugas memelihara dan mengawasi wilayah laut Indonesia, termasuk Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), hingga wilayah sedikit diluar ZEE atau landasan kontinen.

Bakamla terdiri dari berbagai elemen keamanan dalam negeri. Seperti kepolisian, TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bea dan Cukai, Kementerian Perhubungan dan KPLP.

Kepala Bakamla, Laksamana Madya Maritim Desi Albert Mamahit mengatakan, seiring dengan perkembangan lingkungan yang strategis Bakamla memiliki tekad penuh mewujudkan amanat UU 32 Tahun 2014 tentang keamanan laut dan Peraturan Presiden No. 178 tahun 2014 tentang Bakamla.

“Ke depan Bakamla diharapkan menjadi lembaga profesional dan dipercaya masyarakat maritim nasional dan internasional dalam menghadapi dinamika keamanan di laut,” tukasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, upaya konkrit yang dilakukan Bakamla dengan membangun kapasitas organisasi dan sarana prasarana yang dapat menunjang keamanan di laut.

“Tahun 2015 Bakamla memiliki 6 kapal patroli ukuran 48 meter. Saat ini kita sedang membangun kapal ukuran 110 meter, yang diharapkan selesai akhir tahun 2016,” ujarnya seraya berharap Bakamla benar-benar bisa menjaga perairan Indonesia.

Tak hanya itu, Bakamla juga sedang membangun sistem peringatan dini guna memonitor pergerakan kapal di laut Indonesia. Bakamla juga mengakomodasi informasi keamanan dan keselamatan di laut. Sistem tersebut bermanfaat sebagai “early warning system” yang bisa memonitor pergerakan kapal di seluruh Indonesia, di regional dan bahkan dunia.

“Informasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasi. Bahkan Bakamla memasang peralatan dan monitor ini ke Istana, sehingga bisa dilihat Presiden jika ingin melihat perkembangan di laut,” jelas Mamahit.

Komentar

Share.