Sejarah Berulang, Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion GBK

0
Stadion Gelora Bung Karno (Foto: Jakarta.go.id)

Stadion Gelora Bung Karno (Foto: Jakarta.go.id)

AKTUALITAS.com : Rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menyelenggaraan pembukaan Asian Games 2018 di stadion BMW harus kandas. Pasalnya Dewan Olimpiade Asia (OCA) melarang Indonesia membangun venue baru untuk ajang tersebut kecuali dipastikan rampung sebelum 2016.

“Stadion Utama Gelora Bung Karno akan jadi tempat pembukaan, sedangkan penutupan akan digelar di Stadion Jakabaring, Palembang,” sebut Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (21/9/2014).

Roy mengatakan penentuan tiga kota penyelenggara Asian Games 2018 tersebut merupakan pertimbangan khusus dari OCA. Tenggat 2016, ujar dia, merupakan waktu dimulainya penilaian kelayakan venue oleh OCA.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Foto/Andrika Saputra/Aktualitas.com

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Foto/Andrika Saputra/Aktualitas.com

“Ini untuk menghindari kejadian di Incheon (Korea Selatan),” kata Roy. Dia menuturkan, Wali Kota Incheon yang menjabat saat kota itu pada 2007 ditunjuk menjadi tuan rumah, sangat mendukung penunjukan tersebut.

Namun, lanjut Roy, Wali Kota Incheon berikutnya tidak terlalu mendukung kegiatan itu sehingga banyak venue yang terbengkalai. “Makanya OCA sudah wanti-wanti agar Indonesia tidak membangun venue baru,” kata dia.

Seperti diketahui saat ini Jakarta memang sedang membuat satu stadion baru yakni stadion BMW. Stadion yang diklaim akan menjadi stadion termegah se-asia tenggara tersebut sedang dikebut penyelesaiannya. Menurut proyeksi, Stadion BMW baru akan selesai pada awal tahun 2018.

Menurut Roy, dengan aturan dari OCA ini maka Indonesia rencananya hanya akan merenovasi Gelora Bung Karno. “Dan dipastikan selesai pada 2016,” kata dia.

Lalu, lanjut Roy, DKI Jakarta berencana membangun satu velodrome utuk balap sepeda. Dia pun mengatakan Pemerintah Provinsi DKI berkeyakinan proyek itu rampung sesuai jadwal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap dengan rencana tersebut, ia pun meminta dukungan penuh pemerintah pusat, dalam hal ini Joko Widodo sebagai presiden terpilih.

Ia meminta Jokowi untuk membenahi stadion kebanggaan Indonesia yang juga akan digunakan untuk penyelenggaraan upacara pembukaan Asian Games 2018, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Sementara itu, upacara penutupan rencananya akan diselenggarakan di Stadion Jakabaring.

“Ini tugas Pak Jokowi untuk mau keluar uang dan menganggarkannya ke GBK,” kata Basuki.

Sejarah Berulang Setelah 56 tahun

Jakarta memang bukan kali ini saja menyelenggarakan perhelatan akbar empat tahunan se-Asia ini. Pada tahun 1962 juga pernah menjadi tuan rumah perhetalan olahraga Asia yang kala itu mempesertakan 1.460 atlet dari 17 negara di Asia.

Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) (Foto : Kiki Budi Hartawan/Aktualitas.com)

Saat itu Indonesia masih dipimpin oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno. Berdasarkan hal tersebut, Basuki menganggap Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai Soekarno kedua, karena perhelatan Asian Games kembali digelar di Jakarta, Ibu Kota Indonesia sekaligus daerah yang pernah Jokowi pimpin.

Sejarah mencatat Indonesia sukses menyelenggarakan Asian Games pada 56 tahun silam, Basuki pun tak sabar untuk mengulang kesuksesan yang sama. Ia pun menjanjikan akan memperlihatkan perubahan besar yang telah dialami Indonesia sejak 56 tahun silam.

“Tentu ini sebuah beban yang baik untuk kita (Jakarta) setelah tahun 1962 lalu, 56 tahun kemudian, baru terpilih jadi tuan rumah Asian Games. Kita akan pertontonkan Indonesia yang sudah total berubah dari tahun 1962 hingga 2018,” ujarnya di Jakarta, Senin (22/9/2014)

Basuki pun menyinggung sedikit rencana yang ia miliki. Mantan Bupati Belitung Timur itu menginginkan perhelatan Asian Games 2018 bakal semeriah Asian Games 2010 di Guangzhou, Tiongkok. Sebab, ia melihat perhelatan Asian Games di Incheon tidak semeriah perhelatan di Guangzhou.

“Akan tetapi, Korsel menggunakan teknologi yang bagus sekali. Teknologi proyektor yang ditembak dengan lampu besar, video mapping, teknologinya luar biasa. Kalau dari segi tarian, lebih gaya dan patriotik (Asian Games) China,” kata Basuki.

Credit: Madhan

Komentar

Share.