Sidang Gugatan Karyawan PT. Dharmatama Megah Finance Hakim Lakukan Mediasi

0

Aktualitas,Jakarta – Upaya hukum ratusan pegawai PT Dharmatama Mega Finance untuk menuntut pesangon yang tak dibayar sejak 2013, telah sampai ke jalur pengadilan. Mereka pun berharap uang atas masa kerja yang sudah dilakukannya bisa diterima setelah hakim mengetuk palu.

Melalui kuasa hukumnya, Eva Christianto, ratusan pegawai ini menggantungkan nasibnya. Rabu (18/10/2017), persidangan dengan tahap mediasi dilakukan antar kedua pihak sebelum melangkah lebih dalam. “Saat ini dalam tahap penunjukan hakim mediasi, mudah-mudahan semua berjalan lancar dan persidangan ini,” ujarnya

Atas semua itu, kata Eva, pihaknya berharap dan tetap yakin bahwa gugatannya kabur dan kita akan ikuti semua persidangannya. Meski begitu pihaknya berharap proses mediasi ini bisa berjalan dengan baik. “Kami juga telah memiliki cukup bukti yang nantinya kami akan ungkapkan di pengadilan,” ujarnya.

Kasus tak dibayarkannya pesangon itu sendiri terjadi lantaran adanya dua kepemilikan atas ruko ditempat kerja ratusan karyawan. Dimana penggugat atas nama Kelvan Firman mengaku bahwa aset ruko yang ada di kawasan Bungur adalah miliknya.

Namun, PT Dharmatama Megah Finance mengaku bahwa ruko tersebut adalah miliknya. Sehingga tuduhan kepemilikan ruko dari penggugat sangat dipaksakan dan tidak masuk akal.

Sementara Juru bicara karyawan PT. Dharmatama Megah Finance, Gatot Situmorang, bersama puluhan karyawan PT. Dharmatama Megah Finance, mendatangi kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kedatangan mereka terkait perkara gugatan aset ruko yang berada di jalan Bungur Jakarta Pusat, yang diajukan oleh kuasa hukum Kelvan Firman.  

Komentar

Share.