Sukarela Angkat Kaki, Kalijodo Tak Lagi Bergairah

0

AKTUALITAS.com: Suasana kawasan Kalijodo tak lagi bergairah. Derap langkah para warganya tak lagi lincah seperti sedia kala. Saat malam tiba, terang lampu kafe dan gegap gempita suara musik tak lagi menghentak ketika langkah para pencari hiburan menjejak.

Kalijodo sepi. Sebelum tanggal 29 Februari 2016, batas waktu toleransi daerah tersebut dikosongkan, kawasan itu sudah seperti daerah ‘mati’. Warga Kalijodo berangsur angkat kaki dari rumah yang telah mereka tempati puluhan tahun. Beberapa yang beruntung bakal menempati rusun.

Rencana penertiban kawasan Kalijodo oleh Pemprov DKI Jakarta membuat putaran uang di kawasan lokalisasi yang berada di pinggir Banjir Kanal Barat (BKB) itu berhenti.

Baca:Ahok: Kalijodo Berdiri di Lahan Hijau Milik Negara

Imbas dari penertiban itu dirasakan oleh Sri (51), seorang penjual makanan di kawasan Kalijodo, sejak awal rencana penertiban ia mengaku dagangannya mulai sepi. Pasalnya para PSK yang biasa menjadi langganannya sudah tak lagi memesan makanan di tempatnya.

“Enggak ada lagi. Sekarang mau kerja apa juga bingung soalnya umur sudah tua juga,” kata Sri, ketika ditemui di warung kelontongnya di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (22/2/2016)

Baca: Cerita Awal Mula Kalijodo

Hal senada diungkapkan Lastri yang juga biasa berdagang di sana. Ia menyayangkan rencana Pemrov DKI yang ingin melakukan penertiban kawasan Kalijodo. Pasalnya, pembongkaran tersebut diyakini akan membuat ekonomi pedagang menjadi lumpuh.

“Kami di sini sudah kerja sama dengan kafe-kafe. Tetapi kalau sekarang seperti ini mau bagaimana lagi,” tutur Lastri dengan nada kecewa.

Baca: Mimi Menentang, Ahok Siap Bawa Polisi, TNI, dan Tank

Sebagian besar dari mereka berharap agar ke depannya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kemudahan fasilitas dan modal untuk usaha mereka kelak, bukan hanya menyediakan tempat tinggal berupa rusun yang dinilai hanya untuk tempat singgah belaka.

Tak sedikit kisah miris yang dapat dipotret dari perkampungan Kalijodo. Sejak dilakukan penggerebekan besar-besaran oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu, warga Kalijodo memang menjadi takut untuk berurusan dengan aparat. Beberapa warga mengeluhkan cepatnya tenggat waktu yang diberikan oleh pemerintah untuk bersiap-siap.

“Kalau begini namanya kami diusir. Kalau digusur kan ada sosialisasi satu atau tiga bulan,” kata Adisucipto warga Jalan Kepanduan II RT007/010, Kelurahan Angke, Jakarta Barat Rabu (24/2/2016).

Baca: Detik-Detik Hilangnya Prostitusi Kalijodo

Dia berharap pemerintah bersedia melakukan penundaan atas relokasi tersebut. “Warga tidak bisa berharap terlalu banyak. Tapi kalau bisa relokasi ini ditinjau kembali oleh Pemprov DKI, dalam hal ini adalah gubernur. Kami ini bingung semua institusi sudah saya datangi, mulai Komnas HAM dan DPRD. Coba Gubernur Ahok datang ke sini dan berdialog kepada kami,” jelasnya.

Menurutnya, warga yang tinggal di Jalan Kepanduan II RT007/010 hanya terkena dampak dari wilayah sebelah yang membuka bisnis kafe dan prostitusi.

“Tolong jangan samakan kami dengan yang di depan. Kami ini kebanyakan berprofesi sebagai pedagang. Kalau yang dilihat kan usaha kafe. Memang di wilayah kami juga ada, tapi hanya satu,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Namun, apa pun alasan dari orang-orang kecil tersebut, keputusan bulat telah dibuat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap pada pendiriannya. Kalijodo akan tetap digusur, bukan karena prostitusi, melainkan karena keberadaannya menabrak Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Sebanyak lima RT di dalam lingkungan RW 5 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara bakal kena gusur. Rencananya, di kawasan tersebut akan dibangun taman.

Baca: Kalijodo Tak Masalah, Namun Jadi Masalah

Sebelum pembangunan taman dilaksanakan, bangunan-bangunan di Kalijodo akan terlebih dulu diratakan. Bahkan, pada 29 Februari nanti, PT PLN akan memutuskan aliran listrik di kawasan Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Jakarta Utara, pada Senin (29/2).

Selanjutnya, kawasan yang dahulunya bergeliat hiburan dan prostitusi pada malam ini akan menjadi gelap gulita

“Nanti kita putus aliran listrik di Kalijodo ini, pada Senin (29/2/2016),” kata Suhendro, petugas PLN Cabang Bandengan, Jakarta Utara seperti dikutip kriminalitas.com di lokasi Kalijodo, Rabu (24/2/2016).

Dia menambahkan, petugas mendatangi kawasan tesebut untuk melakukan pendataan. “Kita data dahulu setiap rumahnya,” jelasnya.

Pemutusan listrik serentak, dikatakannya, dilakukan setelah batas waktu pengosongan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kami putus aliran listrik agar terhindar kosleting listrik,” ungkapnya.

Warga tak bisa berbuat apa-apa. Sedikit demi sedikit mereka angkat kaki, dan Kalijodo menjadi kawasan mati…

Komentar

Share.