Tolak Pembangunan PLTU Batang, Sejumlah Aktifis Berjemur Diri di Istana Negara

0

AKTUALITAS.com: Sejumlah aktifis Greenpeace bersama paguyuban Ujungnegoro, mendirikan patung ogoh raksasa di depan Istana Presiden, Jakarta Pusat.

Patung yang terbuat dari bambu dan  dibungkus kain hitam ini disebut sebagai simbol ketakutan warga desa di sekitar lokasi PLTU Batang yang terus menerus dihantui perusahaan konsorsium pembangunan PLTU Batang.

” Ya itu menghantui warga, kita sebut ogoh,Gendoruwo, perusahaan konsorsium dari jepang terus melakukan intimidasi mulai dari kekerasan sampai pemaksaan penjualan lahan,” kata Dinar salah satu aktifis dari Greenpeace kepada Aktualitas.com di Jakarta Pusat, Senin (5/10/2015)

Dikatakan Dinar selain mendirikan patung, 34 warga yang mengikuti aski siang hari ini bersama Greenpeace akan terus melakukan aksi bisu dan berjemur didpean Istana Negara sampai datangnya iktikad baik dari Istana untuk berdialog.

“Sambil nunggu keputusan dari teman-teman kita yang menggugat ke PTUN Semarang, kita akan terus disini berjemur dan berdoa, Kawan kita disemarang lg sidang,” ungkannya

Dari pantauan Aktualitas.com patung ogoh raksasa ini juga ditancapkan 4 nama perusahaan konsorsium yang dinsyalir melakukan intimidasi kepada warga setempat. Ke emaat perusahaan itu adalah PT. Adaro, PT. Powel,PT. JBIC dan PT. ITOCHU

Komentar

Share.