Usia 30 Tahun Wanita Masih Jomblo? Ini Penyebabnya

0

AKTUALITAS.com: Mungkin Anda sempat mempunyai teman wanita yang cantik, pintar, supel, mandiri, berpenghasilan dan berpendidikan tinggi namun tetap melajang hingga usia 30 tahun bahkan lebih. Padahal secara kriteria dia adalah wanita sempuran namun kenapa para lelaki enggan mendekatinya?

Berikut kami sajikan beberapa alasan mengapa wanita dengan kriteria di atas sulit mendapat pasangan hidup dan tetap melajang.

Pendidikan

Ada banyak faktor kenapa wanita yang secara kriteria cukup ideal untuk dijadikan seorang istri namun masih melajang hingga dia menginjak kepala tiga, salah satunya adalah faktor pendidikan.

Banyak wanita di kota besar seperti Jakarta menyikapi makna emansipasi dengan cara yang kurang tepat. Banyak dari mereka yang mengejar pendidikan hingga strata yang paling tinggi demi mendapat kesetaraan dengan kaum pria atau demi mengejar jenjang karir.  Hal ini tidak sepenuhnya salah namun di negara yang masih menganut adat ketimuran, wanita dengan tipe seperti ini akan membuat mental para lelaki yang ingin mendekatinya menjadi ciut, apalagi jika pendidikan laki-laki tersebut jauh di bawah pendidikan si wanita.

Selain itu, wanita dengan tingkat pendidikan yang tinggi cenderung akan lebih selektif dalam memilih pasangannya. Di tahap ini si wanita telah menjerumuskan dirinya ke dalam masalahnya sendiri.

Sementara di pikiran laki-laki, wanita dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi ketimbang dirinya dianggap sebagai sumber masalah. Di adat timur seperti Indonesia mengharuskan laki-laki berperan sebagai pemimpin dalam sebuah hubungan dan kebanyakan wanita berpendidikan tinggi cenderung ‘tidak patuh’ terhadap pemimpinnya karena merasa dirinya lebih pintar (atau memang sebenarnya lebih pintar).

Penghasilan

Selain masalah pendidikan, wanita dengan penghasilan yang besar juga akan semakin sulit mendapat pasangan hidup. Laki-laki – tentunya bukan laki-laki ‘matre’ – akan cenderung tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita yang penghasilannya lebih besar ketimbang dirinya.

Selalu ada di benak laki-laki untuk bertindak gentleman, seperti membelikan hal-hal yang tidak bisa dimiliki oleh pasangannya, semisal arloji dengan harga mahal, tas dengan merek terkenal, atau perhiasan lainnya. Lalu jika dengan penghasilannya wanita tersebut mampu memenuhi semua keinginannya itu, tentu hal ini akan memojokan laki-laki dalam posisi yang tidak berguna.

Disamping itu wanita dengan penghasilan yang besar juga cenderung sulit untuk melepaskan pekerjaannya. Sementara di Indonesia masih banyak laki-laki mendambakan istri yang selalu siap menyambutnya selepas pulang kerja dengan masakan rumahan.

Patah Hati

Meski sebuah penelitian dari Binghamton University and University College London, Inggris, mengatakan bahwa wanita lebih mudah move on ketimbang pria dalam hal gagalnya hubungan percintaan, namun tetap saja putus cinta di usia menjelang 30 tahun akan menimbulkan trauma bagi wanita, apa lagi jika hubungan serius yang dijalinnya itu harus kandas akibat perselingkuhan.

Dalam titik ini biasanya wanita akan mencari pelarian dengan menyibukan dirinya sendiri.

Wanita yang punya trauma dengan hubungan percintaannya cenderung akan menghabiskan waktu di luar rumah dan terlibat dengan keramaian. Dia juga akan semakin giat bekerja demi melupakan rasa sakit hatinya.

Ketika lepas dari keramaian dan kesibukannya itu, ingatan-ingatan pahit tentang kandasnya percintaan akan cepat memenuhi kepala dari wanita itu. Untuk itu sebisa mungkin dia akan menghindari suasana sepi yang bisa membuat dirinya larut akan kesedihan-kesedihan masa lalu.

Parahnya lagi, di titik ini kebanyakan wanita akan menutup diri rapat-rapat dari hubungan serius dengan laki-laki karena takut kegagalan serupa akan terulang. Hingga akhirnya dia kemudian menyadari dirinya sudah tidak menarik lagi karena usia yang sudah kepalang lanjut.

Komentar

Share.